Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara (Jakut) melakukan pengawasan keamanan pangan yang berasal dari hewan di sejumlah Tempat Pemotongan Unggas (TPU) guna memastikan pangan setempat layak konsumsi.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan produk pangan asal hewan yang beredar di masyarakat tetap aman dan layak dikonsumsi, khususnya selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan lokasi pemotongan hewan yang dipantau itu berada di RW 01, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok.

Menurut dia, kegiatan tersebut menyasar enam pelaku usaha pemotongan ayam dari total sekitar 40 usaha serupa yang beroperasi di wilayah Sunter Agung.

Pengawasan itu, kata Novy, merupakan bagian dari kegiatan kesehatan masyarakat veteriner yang bertujuan menjamin keamanan pangan hewani.

Pemeriksaan difokuskan pada proses pemotongan unggas agar sesuai dengan ketentuan kesehatan serta standar kebersihan yang berlaku.

"Petugas kami juga mengecek kondisi peralatan, kebersihan lokasi pemotongan, serta penanganan karkas ayam agar tetap higienis sebelum dipasarkan kepada masyarakat," ujar Novy.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Pemkot Jaktim pastikan pangan di pasar modern aman

Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan Sudin KPKP Jakarta Utara Riyadi Akbar menuturkan dalam kegiatan itu, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha.

"Pembinaan ini bertujuan mendorong pelaku usaha menerapkan praktik pemotongan unggas yang baik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat usaha," tutur Riyadi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan aktivitas pemotongan ayam di lokasi tersebut umumnya berlangsung pada malam hari, yakni pukul 23.00-02.00 WIB.

Melalui pengawasan rutin tersebut diharapkan masyarakat dapat memperoleh produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, halal, dan layak dikonsumsi.

"Kegiatan ini terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kualitas serta higienitas produk yang dihasilkan," tegas Riyadi.

Baca juga: Pemkot Jaksel periksa pasar tradisional dan modern jelang Lebaran

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta rutin pantau harga pangan untuk deteksi anomali

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.