Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyebutkan semua arena pertandingan PON 2028 Nusa Tenggara disiapkan dengan dukungan dana APBD dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah.
"Tidak ada pembangunan (arena PON 2028) di daerah yang berasal dari APBN, melainkan kita mendorong gubernur daerah tersebut menggunakan APBD untuk menyiapkan seluruh venue untuk PON itu sendiri," kata Marciano Norman terkait poin perkembangan PON 2028 yang dilaporkan dalam pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, ajang PON ke-22 yang semula direncanakan digelar hanya di dua provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun, ada beberapa arena cabang olahraga yang tidak tersedia di dua provinsi tersebut.
Oleh sebab itu, kata dia, DKI Jakarta dipilih sebagai provinsi penyangga yang turut menggelar beberapa pertandingan karena memiliki arena berstandar internasional sehingga tidak membutuhkan perbaikan apapun karena kondisinya sudah sangat baik.
"Jadi cabang olahraga yang tidak bisa dipertandingkan di NTT dan NTB (karena ketiadaan arena) akan dipertandingkan di DKI Jakarta," katanya.
Marciano menjelaskan bahwa dalam laporannya ke Menpora, pihaknya juga menyampaikan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON mendatang adalah cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional Indonesia (DBON), cabang unggulan internasional dan pilihan tuan rumah.
Baca juga: Menpora terbuka dengan penambahan provinsi penyangga PON 2028
Mengingat tidak semua cabang dipertandingkan dalam PON reguler, maka KONI menghadirkan ajang PON yang digelar setiap dua tahun untuk mewadahi cabang-cabang yang tidak dipertandingkan.
Marciano menyebutkan ajang dimaksud yakni PON Beladiri Sulawesi Utara 2026, PON Pantai DKI Jakarta 2026, PON Indoor 2027, dan PON Remaja 2027.
Saat ini, kata dia, pihaknya sudah berada di tahap finalisasi pengelompokan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 2028 mencakup cabang olahraga Olimpiade, DBON, dan pilihan tuan rumah.
"Kami juga memperhatikan cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games, dan Asian Games. Daftarnya sudah kami siapkan," katanya.
Narciano mengatakan bahwa cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028 akan diumumkan langsung oleh Menpora kepada publik.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Marciano berharap penyelenggaraan PON mendatang dapat berjalan secara sukses, tidak hanya sukses dalam prestasi namun juga secara ekonomi dan administrasi.
"Yang terpenting juga menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional," katanya.
Baca juga: Menpora bersama Ketua KONI Pusat bahas persiapan PON 2028
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.