Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menyatakan bahwa penerapan status Siaga 3 oleh TNI setelah sempat berada pada Siaga 1 menunjukkan bahwa institusi pertahanan Indonesia memiliki mekanisme kesiapsiagaan yang dinamis dan terukur dalam merespons perkembangan situasi keamanan.
Dia mengatakannya bahwa langkah itu merupakan bagian dari prosedur standar dalam manajemen kesiapan militer, yang bertujuan memastikan bahwa seluruh unsur TNI tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman tanpa harus menciptakan kepanikan di ruang publik.
"Dengan demikian, status kesiagaan bukan sekadar simbol, tetapi merupakan instrumen manajemen kesiapan pertahanan negara," kata Amelia di Jakarta, Jumat.
Selain itu, dia mengatakan perubahan status dari Siaga 1 ke Siaga 3 juga dapat dipahami sebagai indikator bahwa evaluasi situasi keamanan terus dilakukan secara berkala, sehingga tingkat kesiagaan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi strategis.
Komisi I DPR RI pun, kata dia, memahami bahwa istilah seperti Siaga 1, Siaga 2, atau Siaga 3 pada dasarnya merupakan bagian dari istilah di internal militer atau "bahasa prajurit" yang digunakan untuk mengatur tingkat kesiapan satuan.
Namun, dalam konteks komunikasi publik pada era keterbukaan informasi, menurut Amelia, penjelasan secara proporsional tetap diperlukan agar masyarakat tidak menafsirkan status tersebut secara keliru.
Untuk itu, dia mengatakan bahwa TNI perlu memastikan setiap perubahan status didasarkan pada analisis situasi yang akurat, koordinasi antarlembaga yang baik, serta komunikasi publik yang proporsional, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan tetap kuat.
"Secara keseluruhan, Komisi I DPR memandang penerapan status kesiagaan oleh TNI sebagai langkah profesional dalam memastikan kesiapan pertahanan nasional," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan saat ini jajaran TNI AD menerapkan pengamanan siaga tiga setelah sebelumnya menerapkan siaga satu sesuai dengan telegram Panglima TNI.
Penerapan konsep siaga tiga itu dilakukan untuk memperkuat kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah di masa Lebaran.
"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," kata Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD, Kamis (12/3).
Baca juga: TNI AD saat ini terapkan pengamanan siaga tiga
Baca juga: Panglima TNI jelaskan maksud penetapan status siaga 1
Baca juga: Ketua DPR sebut komisi terkait akan minta penjelasan TNI soal Siaga 1
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.