Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh menyediakan lima ton beras dalam pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri guna mendukung program pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan masyarakat.

Pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri tersebut digelar di halaman Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Jumat.

Baca juga: Polri dan Bulog gelar Gerakan Pangan Murah serentak jelang Idul Fitri

Seremoni pasar murah tersebut berlangsung virtual yang dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang diikuti Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari serta Polresta dan Polres jajaran Polda Aceh dari wilayah masing-masing.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan dengan pasar murah tersebut masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Untuk pasar murah di halaman Masjid Baitusshalihin ini, Polda Aceh menyiapkan lima ton beras SPHP dan 50 liter minyak goreng dengan sasaran sebanyak 500 orang penerima manfaat," katanya.

Selain pasar murah di masjid tersebut, kata dia, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Aceh juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah Polri dengan menyalurkan secara bergerak sebanyak 20 ton beras kepada masyarakat.

Baca juga: Anggota DPR nilai GPM Polri percepat penyaluran beras SPHP

Baca juga: Polri jaga stabilitas harga lewat Gerakan Pangan Murah di Jaktim

Begitu juga dengan Polresta dan Polres jajaran Polda Aceh, kata Joko Krisdiyanto, menyalurkan 32 ton beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) serta 100 liter minyak goreng kepada 3.300 orang penerima manfaat di wilayah masing-masing.

"Pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergisitas antara Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas harga bahan pokok di wilayah Aceh," kata Joko Krisdiyanto.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.