Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang..,

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi pusat industri fesyen, khususnya modest fashion, seiring besarnya potensi pasar global dan kekuatan ekosistem industri dalam negeri.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Menperin menyampaikan perkembangan jumlah umat Muslim di dunia turut memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan pasar industri fesyen Muslim, atau yang juga dikenal dengan modest fashion.

Derasnya arus informasi di media sosial juga menurutnya, membuat tren penggunaan produk modest fashion kini menjadi lebih inklusif dan tidak hanya terbatas pada penggunaan oleh umat Muslim saja.

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, pada tahun 2023 konsumsi fesyen Muslim dunia mencapai 327 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 433 miliar dolar AS pada tahun 2028.

Baca juga: Wamenekraf sebut Alif Raya Market perkuat jenama fesyen muslim RI

“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar dan harus berkembang sehingga mampu membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia,” jelasnya.

Potensi industri modest fashion dalam negeri di pasar dunia juga menunjukkan capaian yang menjanjikan, mengingat ekspor sektor tersebut ke negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) pada tahun 2023 mencapai 990 juta dolar AS.

“Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 83 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencapai 540 juta dolar AS, dan hal ini membuat Indonesia menjadi negara tujuh tertinggi ekspor ke negara OIC,” ungkap Menperin.

Meskipun demikian, negara yang melakukan ekspor produk fesyen ke negara-negara anggota OIC masih didominasi oleh China, Turki dan India.

Baca juga: Kemenperin perkuat ekosistem industri fesyen berbasis potensi daerah

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi industri fesyen yang sangat besar, baik sebagai pasar maupun sebagai produsen.

“Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama industri modest fashion global dengan sektor industri yang padat karya,” ujarnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2024 jumlah industri kecil pakaian jadi berjumlah 594 ribu dengan tenaga kerja mencapai 1,2 juta pekerja.

Modest fashion kini telah berkembang menjadi tren busana global yang tidak hanya diminati oleh masyarakat Muslim, tetapi juga berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup,” kata Reni lagi.

Baca juga: MFP 2026 di Borobudur jadi wadah ekspresi fesyen Asia Tenggara

Menurutnya, konsep modest fashion terus berevolusi menjadi lebih inklusif, tanpa memandang agama, etnis, maupun preferensi individu.

Indonesia katanya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia, didukung oleh kreativitas desainer lokal, kekayaan budaya, serta keberagaman bahan tekstil berkualitas tinggi yang menjadi identitas bangsa.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.