Jakarta (ANTARA) - Polri tengah memeriksa saksi-saksi hingga rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan rekaman CCTV tersebut tengah dikumpulkan untuk kemudian dianalisis. Bersamaan dengan itu, polisi sejauh ini telah mewawancarai dua orang saksi.

"Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara interview. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal," tutur Johnny.

Sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri berkomitmen untuk mengungkap pelaku dari kasus ini. "Kami yakin dan percaya ini akan terungkap," ujarnya.

Johnny pun menegaskan Polri mengusut kasus itu secara transparan dan tanpa pandang bulu.

"Akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam prosedur atau koridor,” ucap dia.

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB korban tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Baca juga: Komnas HAM kecam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS

Baca juga: Penyiraman air keras ke Andrie Yunus, Polisi menduga ada dua pelaku

Baca juga: Menteri HAM kutuk penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.