Jakarta (ANTARA) - Atlet sepeda gunung (MTB) Indonesia Sayu Bella Sukma Dewi masih terus beradaptasi dengan persaingan level elite dunia setelah fokus tampil dalam kategori ini sepanjang 2026.
Sayu mengatakan tiga bulan pertama tahun ini menjadi fase penting untuk mencari konsistensi performa karena harus menghadapi lawan-lawan berpengalaman lebih panjang di level elite.
“Secara performa masih proses penyesuaian karena tahun ini benar-benar fokus di elite. Sebelumnya sudah sempat main di elite, tapi sekarang benar-benar terjun penuh jadi terasa sekali level persaingannya,” kata Sayu kepada ANTARA via telepon, Jumat.
Menurut dia, sejumlah kejuaraan awal musim seperti di Thailand dan India masih menjadi bagian dari proses adaptasi sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat di Jepang yang diikuti pembalap dari China, Kazakhstan, dan tuan rumah.
Ia mengakui, naiknya level kompetisi membuatnya harus mengubah pola pikir, terutama dalam menghadapi lintasan teknis yang menjadi ciri khas kejuaraan internasional.
“Kalau di Jepang trek-nya teknikal dan obstacle-nya cukup ekstrem. Saya harus lebih berani dan mengubah mindset. Mereka bisa melewati rintangan dengan mudah, jadi saya juga harus yakin bisa,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesiapan, Sayu juga mempelajari berbagai referensi lintasan dari kejuaraan dunia melalui tayangan video sebagai bagian dari persiapan non teknis sebelum bertanding.
“Saya sering lihat video lintasan World Cup di YouTube untuk dapat gambaran. Itu cukup membantu secara mental sebelum balapan,” katanya.
Baca juga: Sayu Bella bidik Asian Games 2026 usai raih emas di Thailand
Sayu menambahkan, konsistensi mengikuti kejuaraan internasional menjadi kunci untuk meningkatkan peringkat sekaligus membuka peluang lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Menurut dia, pengumpulan poin dari berbagai lomba menjadi faktor penting sehingga atlet harus rutin mengikuti kompetisi.
“Kalau tidak rutin balapan akan sulit untuk bersaing karena harus mengumpulkan poin. Jadi setiap kesempatan bertanding harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan yang makin baik dari Federasi Sepeda Indonesia (ICF), terutama dalam hal program kompetisi internasional yang lebih terencana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang jadwal lomba lebih jelas dan dukungan juga lebih lengkap. Itu membuat kami lebih termotivasi karena merasa benar-benar dipersiapkan,” katanya.
Dengan dukungan tersebut, Sayu berharap dapat memanfaatkan setiap kesempatan bertanding untuk mencapai performa terbaik, terutama dengan target utama tampil maksimal pada Asian Games 2026.
“Saya ingin memberikan yang terbaik di setiap lomba dan menjadikan semua pengalaman ini sebagai bekal menuju Asian Games,” ujarnya.
Baca juga: Atlet MTB Indonesia uji trek Asian Games 2026 lewat ajang di Jepang
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.