Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang mempersiapkan kunjungan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto ke Jepang pada 29-31 Maret dan Korea Selatan pada 31 Maret-2 April.
Menurut situs Kemlu Jepang, seperti dipantau di Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan resmi dengan agenda mengikuti Jamuan Makan Siang Kenegaraan dengan Kaisar Jepang.
Selain itu, Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi.
Kemlu Jepang menyatakan bahwa kunjungan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan besar bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis.
Kunjungan Presiden Prabowo itu akan menjadi kunjungan resmi pertamanya ke Jepang sebagai presiden RI. Sebelumnya, Prabowo secara pribadi mengunjungi Expo 2025 Osaka di Kansai, Jepang pada September 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo dikabarkan akan kunjungi Jepang akhir Maret
Sementara itu, menurut Kantor Berita milik Korea Selatan, Yonhap, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan guna membahas hubungan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Yonhap menyebutkan bahwa kedua pemimpin akan membahas kerja sama praktis di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, industri pertahanan dan keamanan, kecerdasan buatan, infrastruktur, pembuatan kapal, energi nuklir, transisi energi, serta sektor budaya.
Disebutkan juga bahwa kedua pemimpin negara itu akan berdiskusi tentang cara untuk meningkatkan hubungan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Korea Selatan serta situasi keamanan dan isu-isu global lainnya.
Pertemuan antara Prabowo dan Lee Jae Myung nanti akan menjadi pertemuan kedua mereka sejak awal November, ketika keduanya bertemu di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan.
Baca juga: Di hadapan Presiden Lee, Prabowo cerita Indonesia gandrungi K-Pop
Baca juga: Presiden Korsel puji Prabowo karena tingkat kepuasan publik 80 persen
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.