Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama menginstruksikan kepada para Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) agar fungsi kepatuhan internal diperkuat sebagai alat pencegahan praktik koruptif.

Hal tersebut sebagai penekanan khusus pada aspek integritas, yang diarahkan dalam kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jumat.

"Selama saudara bekerja secara profesional dan tidak mengambil keuntungan pribadi dari pekerjaan tersebut, instansi akan memberikan pendampingan penuh jika terjadi pemeriksaan oleh aparat pengawas," kata Djaka, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Dengan demikian, Djaka mengingatkan agar seluruh pegawai untuk menghindari interaksi langsung dengan terus mendorong digitalisasi dalam meminimalisasi potensi gratifikasi.

Para pegawai juga diminta berlaku adil dengan
tidak memberikan keistimewaan kepada pengusaha atau forwarder tertentu, serta memitigasi isu dengan wajib melakukan mitigasi cepat terhadap berbagai isu negatif yang dapat merusak citra organisasi.

Menghadapi masa libur panjang, Djaka memastikan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok tidak akan berhenti. Mekanisme pergantian petugas (shifting) telah diatur sedemikian rupa agar arus barang tidak terhambat, yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pengguna jasa.

Bahkan, ia membuka peluang untuk mengerahkan bantuan personel dari kantor pusat jika terjadi penumpukan barang yang luar biasa di lapangan.

Sementara itu, Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok menyampaikan tren arus barang menjelang Lebaran diperkirakan akan mengalami lonjakan beban (high load).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU Tanjung Priok terus mengoptimalkan penggunaan Trade AI dalam penetapan Surat Penetapan Tarif dan Nilai Pabean (SPTNP).

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, penggunaan kecerdasan buatan (AI) diharapkan mampu meminimalisir kesalahan umum, seperti salah tarif, nilai, jumlah, maupun jenis barang.

Selaras dengan hal tersebut, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai serta Direktorat Kepatuhan Internal berkomitmen untuk menginventarisasi aplikasi mandiri dari unit vertikal untuk diangkat menjadi aplikasi nasional guna efisiensi anggaran dan standardisasi layanan.

Kunjungan itu untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta mengevaluasi efektivitas pelayanan dan pengawasan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Agenda ditutup dengan komitmen bersama untuk terus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan guna memastikan kepuasan pengguna jasa dan menjaga stabilitas ekonomi nasional menjelang hari raya.

Didampingi jajaran Direktur Teknis, Dirjen Bea Cukai meninjau langsung beberapa titik krusial mulai dari kantor utama, Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha, hingga longroom karantina untuk melihat kesiapan personel di lapangan.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.