Untuk yang diberangkatkan tadi adalah Motis Lintasan Tengah, tadi sebanyak 254 motor yang kita angkut,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan mulai mengangkut sepeda motor pemudik melalui program Mudik Gratis (Motis) menggunakan kereta api untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah.

"Untuk yang diberangkatkan tadi adalah Motis Lintasan Tengah, tadi sebanyak 254 motor yang kita angkut," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar pada pemberangkatan program Motis pertama di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan, program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan penggunaan sepeda motor jarak jauh saat mudik yang selama ini berisiko tinggi terhadap kecelakaan di jalan raya.

Arif menyampaikan, program Motis tahun ini menyediakan kuota angkutan sebanyak 11.900 sepeda motor pemudik yang diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan roda dua yang melakukan perjalanan jauh selama masa mudik Lebaran.

Baca juga: Menhub perkuat pengawasan lewat Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu

Menurutnya, jika satu sepeda motor rata-rata digunakan dua orang pemudik, maka program Motis berpotensi mengurangi sekitar 22.000 hingga 24.000 orang yang melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor di jalan raya.

Dengan berkurangnya jumlah sepeda motor jarak jauh tersebut, pemerintah berharap angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran dapat ditekan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Dan saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 12.941 motor. Jadi kalau kita persentase sudah 108,75 persen motor yang sudah mendaftar," jelasnya.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan program Motis semakin diminati pemudik yang ingin membawa sepeda motor ke kampung halaman tanpa harus menempuh perjalanan jauh melalui jalur darat.

Baca juga: Kemenhub izinkan tambahan tiga kapal angkutan mudik Lebaran di Kalsel

Meski jumlah pendaftar telah melebihi kuota, pemerintah tetap membuka pendaftaran hingga 29 Maret karena kemungkinan adanya pembatalan peserta maupun perubahan perjalanan selama periode mudik Lebaran.

"Walaupun melebihi kuota karena kita nanti kan ada verifikasi juga. Jadi siapa tahu nanti ada yang pembatalan tiket dan sebagainya bisa langsung mendaftar lagi. Nah kalau masih ada yang mau mendaftar, standby terus di website kita di nusantara.kemenhub.go.id," jelasnya.

Pemerintah juga menerapkan proses verifikasi untuk memastikan data peserta valid serta memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk mengikuti program jika terdapat kuota yang kembali tersedia.

Syarat mengikuti program Motis antara lain sepeda motor dengan kapasitas mesin di bawah 200 cc serta membawa dokumen asli berupa Kartu Keluarga, STNK, dan SIM yang masih berlaku.

Baca juga: Pelindo proyeksi angkutan Lebaran di Benoa Bali turun 39,7 persen

Selain itu, seluruh sepeda motor yang diangkut dalam program Motis juga mendapatkan perlindungan asuransi untuk mengantisipasi risiko kerusakan selama proses pengangkutan menggunakan kereta api.

Setiap hari, pemerintah menyiapkan empat perjalanan kereta Motis yang terdiri dari tiga lintasan utama yaitu Motis Lintasan Utara, Tengah, dan Selatan untuk melayani pengiriman sepeda motor pemudik.

Melalui program Motis itu, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat membawa sepeda motor ke kampung halaman sekaligus mengurangi perjalanan jauh kendaraan roda dua demi meningkatkan keselamatan selama mudik Lebaran.

Baca juga: KAI Daop 2 Bandung awasi 55 titik rawan pada mudik Lebaran 2026

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.