Keberhasilan Operasi Ketupat tidak diukur hanya dari lancarnya arus kendaraan atau minimnya kemacetan. Ukuran yang paling penting adalah berapa banyak orang yang berhasil pulang dengan selamat dan berkumpul dengan keluarganya.

Mataram (ANTARA) - Lebaran selalu menghadirkan satu cerita yang sama setiap tahun di Indonesia, yakni perjalanan pulang.

Di jalan-jalan utama, di pelabuhan penyeberangan, hingga di gang-gang perumahan yang mulai ditinggalkan penghuninya untuk mudik, suasana berubah.

Arus kendaraan meningkat, terminal dan pelabuhan menjadi lebih ramai, dan aparat keamanan bekerja lebih intens dari hari-hari biasa.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), cerita itu kembali hadir pada Lebaran 2026. Operasi Ketupat Rinjani mulai digelar sejak 13 Maret dan berlangsung selama dua pekan.

Kepolisian Daerah NTB mengerahkan 1.649 personel untuk mengamankan masa mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini tidak berdiri sendiri. Ia melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga Dinas Perhubungan.

Jika dihitung secara keseluruhan, hampir dua ribu personel gabungan terlibat dalam pengamanan. Di seluruh wilayah NTB, disiapkan 35 posko yang terdiri dari 18 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, dan tujuh pos terpadu. Pos-pos ini ditempatkan di titik strategis seperti pelabuhan, terminal, kawasan permukiman, dan jalur lalu lintas yang ramai dilalui pemudik.

Namun di balik angka-angka itu, Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah cermin bagaimana negara hadir menjaga salah satu tradisi sosial terbesar di Indonesia, yakni mudik.


Mudik kepulauan

Mudik di NTB memiliki karakter yang berbeda dibandingkan daerah daratan besar seperti Jawa. Provinsi ini terdiri dari pulau-pulau utama seperti Lombok dan Sumbawa yang dihubungkan oleh jalur laut. Artinya, pelabuhan menjadi titik krusial pergerakan masyarakat.

Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur misalnya, hampir selalu menjadi simpul penting mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Dari tempat inilah arus kendaraan dan penumpang bergerak menuju Bali atau Sumbawa. Ketika musim mudik tiba, tekanan pada dua pelabuhan ini meningkat tajam.

Baca juga: Menjaga nyawa di jalan pulang

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.