Tangerang (ANTARA) - Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang, mempercepat proses perbaikan di 92 titik ruas jalan yang rusak guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan saat mudik Lebaran 2026.

Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya perbaikan jelang layanan arus mudik dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.

"Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik. Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim _Scrapping, Filling, and Overlay_ (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel," jelas Widiyatmiko dalam keterangannya diterima di Tangerang, Banten, Sabtu.

Dia mengaku, dalam beberapa waktu terakhir, pekerjaan pemeliharaan perkerasan mengalami berbagai tantangan, diantaranya masih tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, dengan tingginya curah hujan dapat mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan, sementara tingginya volume kendaraan berat yang melintas, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih, memberikan beban berulang pada struktur jalan yang semakin memperparah kerusakan.

"Saat ini perbaikan perkerasan dilakukan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 sampai dengan KM 26," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga tengah melakukan percepatan penanganan perbaikan perkerasan jelang puncak arus mudik untuk menjaga kapasitas jalan dapat melayani pemudik dengan optimal.

"Pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan telah memasuki masa puncak arus mudik Idulfitri 1447H," katanya.

"Sementara itu, penanganan sementara seperti patching tetap dapat dilanjutkan selama periode pelayanan arus mudik dan balik melalui tim sapu lubang yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol," tambahnya.

Dia menyebut, sejak 11 Maret 2026, perbaikan perkerasan telah dilakukan di sejumlah titik pada Ruas Tol Jakarta–Tangerang, antara lain; KM 26+500 s.d. KM 26+400 arah B lajur 2, KM 25+600 s.d. KM 25+300 arah B lajur 3, KM 25+100 s.d. KM 25+000 arah B lajur 3.

Kemudian, KM 18+280 arah B lajur 2 KM 11+000 s.d. KM 10+900 arah B lajur 2, KM 12+100 s.d. KM 12+400 arah A lajur 2, KM 21+610 s.d. KM 21+750 arah A lajur 2, KM 25+100 s.d. KM 25+150 arah A lajur 2 dan KM 25+050 s.d. KM 25+400 arah A lajur 3.

Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan perkerasan juga terus dilanjutkan pada Kamis malam (12/03) melalui metode patching di 92 titik pekerjaan yang tersebar di dua arah lalu lintas Ruas Tol Jakarta-Tangerang.

"Sebanyak 49 titik pekerjaan berada di Jalur A pada rentang KM 2+100 s.d. KM 26+300, sementara 43 titik lainnya berada di Jalur B pada rentang KM 1+700 s.d. KM 23+150. Pekerjaan dilaksanakan dengan waktu pelaksanaan pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB guna meminimalkan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas," paparnya.

Dalam hal ini, Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama melintasi beberapa lokasi dengan kondisi perkerasan yang kurang baik.

Jasa Marga juga memastikan bahwa proses pekerjaan tetap berlangsung secara bertahap di lapangan dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan perbaikan.

"Jasa Marga memastikan proses perbaikan perkerasan jalan akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas agar pelayanan kepada pengguna jalan tetap berjalan dengan baik," kata dia.

Baca juga: Lalu lintas Tol Cikampek terpantau ramai lancar

Baca juga: 459.570 kendaraan tinggalkan Jabotabekdi H-10 hingga H-8 Idul Fitri

Baca juga: JTT operasikan 16 gardu di GT Cikampek Utama jaga kelancaran transaksi

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.