Magetan (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Jatim melakukan pengawasan intensif terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah itu guna memastikan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak konsumsi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan Saif Muchlisun dalam keterangannya di Magetan, Minggu, mengatakan sesuai amanat Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa pemda memiliki peran penting dalam penyelenggaraan program MBG di daerah.

"Peran penting pemda dalam MBG adalah berwenang memantau dapur (SPPG), melakukan sidak dan memeriksa menu, memastikan penggunaan bahan pangan lokal, serta mengawasi keamanan pangan dalam hal ini pantau higienitas dan kualitas gizi makanan," ujar Saif.

Baca juga: Bupati Magetan lakukan inspeksi di sejumlah SPPG

Pemda juga wajib memastikan dapur menggunakan bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal, dengan ancaman sanksi penutupan bagi dapur yang tidak patuh.

"Pemda juga berhak mengirimkan surat rekomendasi penutupan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika ditemukan kondisi dapur yang buruk, tidak higienis, atau menyebabkan kasus keracunan," katanya.

Karena itu, pihaknya bersama OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan Magetan terus berupaya agar SPPG berperan optimal sesuai aturan berlaku agar program MBG di Magetan berjalan lancar.

Kepala Dinkes Magetan Rohmat Hidayat mengatakan saat ini terdapat 55 dari total 60 SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Pihaknya melalui jajaran di tiap puskesmas akan rutin melakukan survei inspeksi lingkungan untuk memantau kebersihan dapur dalam beroperasi sesuai standar.

"Harapan kami untuk SPPG, terutama ahli gizi, bisa selalu berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan, sehingga mampu berproduksi menu MBG sesuai standar BGN dengan baik," kata Rohmat.

Baca juga: Pemkab Magetan luncurkan tujuh dapur sehat SPPG untuk program MBG

Baca juga: Polres Magetan siapkan sejumlah dapur SPPG untuk mendukung program MBG

Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Magetan Dyah Putri Kustia Dewi mengatakan siap berkolaborasi dengan pemda, yayasan, maupun mitra dalam penentuan menu dan kelayakan makanan MBG.

"Kami juga memastikan agar semua SPPG di Magetan menggunakan pemasok dan bahan baku dari lokal Kabupaten Magetan," katanya.

Dengan demikian, lanjut Dyah, program MBG tidak hanya menyasar pada pemenuhan gizi pangan anak, ibu hamil dan menyusui dalam memberantas stunting, namun juga menggerakkan perekonomian daerah melalui pembangunan rantai pasok.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.