Karawang (ANTARA) - PT Jasa Marga mengimbau para pemudik yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek untuk menghindari jam-jam favorit saat berangkat ke kampung halaman.

"Biasanya untuk arus mudik itu orang pengguna jalan waktu favoritnya adalah di pagi hari, jam 6 sampai dengan jam 4 sore," ujar Vice President Corporate Secretary&Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo kepada pers di dekat Gerbang Tol Cikampek Utama, Minggu.

Dengan adanya jam-jam favorit tersebut, dia menyampaikan imbauan terus-menerus supaya pemudik memilih waktu tempuh dengan menghindari waktu-waktu favorit.

Baca juga: H-6 Lebaran, 23 ribu kendaraan lintasi GT Cikampek Utama dari arah DKI

Mulai H-10 sampai H-7 Lebaran, kata Ria, Gerbang Tol Cikampek Utama telah dilintasi oleh 168 ribu kendaraan. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Untuk hari ini saja sampai selesai sif satu (pukul 04.30-12.30 WIB) itu 23 ribu kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama. Itu sudah 100 persen lebih di atas normal," tutur Ria.

Sebelumnya, sebanyak 23.610 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat dari arah Jakarta pada H-6 Lebaran, Minggu, mulai pukul 00.00-12.44 WIB.

Volume kendaraan tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan H-7 Lebaran, Sabtu (14/3) pada periode jam yang sama, yakni 20.665 kendaraan.

Baca juga: Gerbang Tol Cikampek Utama buka 19 gardu antisipasi lonjakan kendaraan

Pantauan di lokasi tersebut, arus kendaraan terpantau ramai lancar, dengan didominasi oleh kendaraan minibus, bus hingga truk sumbu dua.

Sementara truk sumbu tiga sudah jarang terlihat lantaran telah dibatasi melintas sejak pukul 12.00 WIB berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2026.

Di sejumlah gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama ke arah Palimanan (dari Jakarta) pun tidak terlihat penumpukan kendaraan.

Adapun dari arah Palimanan ke Jakarta, Gerbang Tol Cikampek Utama telah dilintasi 8.093, hampir 1/3 volume kendaraan dari arah sebaliknya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.