Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mendukung mobilitas wisatawan sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Bali terutama menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai titik strategis di Bali.

"Petugas kami siaga 24 jam dalam tiga sif untuk memastikan pengguna kendaraan listrik mendapatkan layanan yang aman dan nyaman," kata Adi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan masuk ke Bali selama periode libur dan aktivitas wisata, untuk mendukung mobilitas tersebut telah menyiapkan 142 SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi seperti kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hingga jalur utama perjalanan.

"Kami pastikan wisatawan yang datang ke Bali menggunakan kendaraan listrik tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian daya," ujarnya.

Pengecekan kesiapan kelistrikan juga dilakukan di sejumlah lokasi strategis, termasuk pusat aktivitas ekonomi seperti Trans Studio Mall Bali.

Di pusat perbelanjaan ini telah tersedia tiga unit SPKLU yang melayani pengguna kendaraan listrik.

Direktur Utama PLN Icon Plus Anton menambahkan ke depan fasilitas pengisian kendaraan listrik di lokasi tersebut akan ditingkatkan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang terus meningkat.

"Saat ini, sudah tersedia tiga SPKLU tipe medium dan cukup ramai digunakan. Ke depan, kami berencana meningkatkan kapasitasnya menjadi fast charging dan ultra fast charging agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna," ujarnya.

Dia menyebutkan Trans Studio Mall Bali juga menjadi bagian dari pengembangan energi hijau melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan kapasitas hampir 1 megawatt (MW).

PLTS tersebut dilengkapi dengan sistem baterai dan inverter yang memungkinkan pengelolaan energi secara lebih stabil sekaligus terintegrasi dengan jaringan listrik PLN melalui konsep virtual power plant (VPP).

"Konsep ini tidak hanya meningkatkan keandalan listrik di lokasi, tetapi juga membantu meningkatkan bauran energi hijau di Bali," kata Anton.

Sementara itu, EVP Pengembangan Produk Niaga PLN Nayuzrizal menambahkan Bali memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional menjadikan transformasi transportasi rendah emisi semakin penting.

"Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan kemudahan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: PLN operasikan 135 SPKLU di jalur mudik Gilimanuk-Denpasar

Baca juga: PLN Bali siagakan 1.058 personel dan 135 SPKLU kawal Nyepi-Idul Fitri

Baca juga: PLN: Peningkatan transaksi SPKLU terjadi di Bali dan timur Jawa

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.