Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, berhasil merelokasi seluruh pengungsi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut) dari tenda pengungsian dan beralih ke hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap).

Dikutip dari laporan Satgas PRR, Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar) kini telah mencatatkan nol pengungsi di tenda pengungsi. Capaian ini tidak lepas dari percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak.

Berdasarkan data Satgas PRR per tanggal 14 Maret tercatat kini tersisa 812 KK yang masih berada di tenda atau berkurang 502 KK. Saat ini pengungsi yang masih berada di tenda, seluruhnya berada di daerah terdampak bencana di Aceh.

Sedangkan untuk perkembangan data huntara, dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini 15.595 unit di antaranya telah selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan. Sementara di Sumbar, pembangunan huntara bahkan telah mencapai 100 persen, dan di Sumut sudah mencapai 95 persen, kemudian di Aceh mencapai sekitar 77 persen.

Baca juga: Satgas PRR optimistis relokasi total pengungsi rampung sebelum Lebaran

Sembari meningkatkan pembangunan huntara, Satgas PRR juga bertahap merampungkan pembangunan huntap. Data Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret 2026 merinci ada 110 unit huntap yang selesai dibangun dari 36.669 huntap yang akan dibangun. Sementara ada 1.359 unit lainnya yang sedang dalam proses pembangunan.

Selain pembangunan huntara, strategi pemerintah dalam penurunan jumlah pengungsi juga dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana tidak memilih tinggal di huntara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pihaknya berkomitmen mengurangi jumlah pengungsi bencana Sumatera dengan merelokasi mereka ke hunian yang lebih layak.

Tito memastikan pemerintah tidak akan membiarkan pengungsi tinggal di tenda terlampau lama. Oleh karenanya, ia memerintahkan lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

“Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujar Tito.

Hal itu diungkapkan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Baca juga: Satgas PRR percepat pemulihan sosial dan ekonomi korban bencana

Baca juga: Mendagri: Pemulihan pascabencana di Sumatra tunjukkan progres positif

Baca juga: Mendagri-Mensos salurkan bansos Rp878 miliar ke daerah bencana

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.