Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan sebanyak 663 rumah akan direnovasi melalui program bedah rumah pada 2026 oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Jakarta.

“Kita merencanakan 600 an rumah (akan dibedah). Dan yang di tahun 2025 sudah terlaksana semuanya sebanyak 445 rumah,” jelas Pramono saat dijumpai di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin.

Pramono pun mendukung agar target tersebut dapat tercapai pada tahun depan. Program ini bertujuan agar dana yang terkumpul oleh Baznas Bazis bisa betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai bagian bentuk transparansi, maka kenapa saya termasuk yang mendorong, menyetujui untuk bedah rumah ini diperbanyak. Supaya dana yang terkumpul dari Baznas/Bazis itu betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Baznas/Bazis DKI Jakarta Akhmad H. Abubakar memaparkan cara agar masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk program bedah rumah.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan program bedah rumah itu melapor kepada RT, RW, kemudian sampai ke kelurahan. Nanti lurah akan melaporkan melalui kepala pelaksana wilayah masing-masing. Kalau Jakarta Pusat, kepala pelaksana Jakarta Pusat, bersama wali kotanya," ungkap Abubakar.

Baca juga: Pramono dorong BUMD DKI lakukan program bedah rumah

Tak hanya Baznas/Bazis, Pramono pun mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan program bedah rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat di Ibu Kota.

Diketahui, sejak 2019 hingga 2025, Baznas Bazis telah melakukan bedah rumah di 3.509 rumah. Secara rinci, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara dan 79 rumah Kepulauan Seribu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap dinas-dinas di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memiliki program bedah rumah sebagai wujud kepedulian dan gotong royong meningkatkan kesejahteraan warga di Ibu Kota.

Dia menyampaikan, permukiman menjadi salah satu masalah utama di Jakarta. Menurut Wagub, jumlah penduduk saat ini melebihi kapasitas luas wilayah.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun yang juga bertujuan membenahi lingkungan tak layak.

Baca juga: Pramono serahkan 26 rumah dari program bedah rumah Baznas

Baca juga: Rano harap dinas di lingkup Pemprov DKI punya program bedah rumah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.