Tokyo (ANTARA) - Dua orang meninggal dunia, Senin, setelah dua perahu membawa 21 orang terbalik di lepas pantai Henoko, yang menjadi lokasi kontroversial untuk relokasi pangkalan militer milik Amerika Serikat di Prefektur Okinawa, Jepang, menurut penjaga pantai dan pihak sekolah.

SMA Internasional Doshisha di Prefektur Kyoto, Jepang bagian barat, menyatakan sebanyak 18 siswa yang berada di kapal tersebut sedang melakukan kegiatan kurikulum pendidikan perdamaian.

Seorang siswi berusia 17 tahun dan salah satu kapten berusia 71 tahun meninggal dunia dalam insiden tersebut, menurut Markas Besar Penjaga Pantai Regional ke-11. Seluruh penumpang selamat dan korban berhasil dievakuasi, dengan sedikitnya dua orang mengalami luka.

Pihak sekolah menyebutkan sekitar 270 siswa dan staf mengunjungi Okinawa dari Sabtu (14/3) hingga Selasa (17/3), di mana 18 di antaranya mengikuti program kursus Henoko termasuk mengikuti perjalanan tersebut.

Baca juga: Okinawa Desak Pemerintah Jepang Cegah Kekerasan Seksual Pasukan AS

"Ini kecelakaan tragis. Saya begitu sedih," kata Gubernur Okinawa Denny Tamaki kepada wartawan.

Meskipun cuaca cerah, penjaga pantai regional telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi dan saat ini tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Rencana pemindahan Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma, dari distrik perumahan padat penduduk di Ginowan ke daerah pesisir Henoko yang kurang padat penduduknya di Nago, sudah lama menjadi kontroversi.

Okinawa menampung sebagian besar fasilitas militer milik Amerika di Jepang. Penolakan terhadap relokasi tersebut tetap kuat, yang didorong kekhawatiran tentang kebisingan, keselamatan, dan dampak terhadap lingkungan.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Prajuritnya perkosa warga Okinawa, militer AS minta maaf

Baca juga: Jepang mulai relokasi pangkalan AS di Okinawa meski ditentang warga

Baca juga: Jepang tolak banding Okinawa untuk hentikan pembangunan pangkalan AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.