Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono meminta pengelola rest area di Tol Trans Jawa untuk melakukan percepatan perbaikan pengelolaan sampah menghadapi arus mudik dan balik dalam rangka Idul Fitri.

Dalam pernyataan terkonfirmasi dari Jakarta, Senin, Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz melakukan peninjauan untuk melihat perkembangan penyelesaian sanksi paksaan pemerintah di beberapa titik rest area tol Trans Jawa untuk mengantisipasi timbulan sampah akibat lonjakan jumlah pemudik.

Baca juga: Menteri LH: Rest area tol wajib punya pengolahan sampah

"Kami di sini ingin melihat pengelolaan sampah mengingat sebentar lagi akan masuk musim liburan. Selain itu, kami juga ingin melihat progres surat sanksi administrasi yang disampaikan oleh KLH, karena tenggat waktunya di bulan Mei. Tolong dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar sampah bisa dikelola kalau belum ada upaya masyarakat untuk melakukan pengumpulan dan memilah, bisa juga koordinasi dan didampingi oleh Kepala Dinas LH terdekat agar selesai," ujarnya.

Sanksi paksaan pemerintah diberikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kepada sejumlah rest area setelah peninjauan sebelumnya pada libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu. Sanksi itu diberikan kepada rest area yang belum memiliki pengelolaan sampah yang sesuai dengan standar dari KLH/BPLH.

Wamen Diaz melakukan peninjauan di sejumlah rest area tol Trans Jawa, antara lain meliputi Rest Area KM 487 A di Kabupaten Boyolali, Rest Area KM 519 A di Kabupaten Sragen, Rest Area KM 725 A di Kabupaten Gresik dan Rest Area KM 754 A di Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (15/3).

Selain peninjauan sanksi, Wamen Diaz menitikberatkan pentingnya upaya pemilahan dalam pengelolaan sampah di rest area, khususnya untuk sampah organik yang jumlahnya dinilai lebih banyak untuk lokasi seperti rest area.

Baca juga: Menteri LH panggil pengelola rest area yang tak perbaiki kelola sampah

Baca juga: Menteri LH dorong "rest area" dukung program mudik minim sampah

"Jangan sampai sampahnya tercampur, kalau restoran banyak pasti limbah organik akan lebih banyak, jadi harus ada pemilahan," katanya.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah, Wamen Diaz mengajak para pemudik di lokasi agar ikut memilah sampah dengan memanfaatkan fasilitas tong sampah terpilah yang sudah disediakan oleh pihak rest area.

Sebagai bentuk dukungan kepada para pemudik untuk terus menjaga kebersihan dan mengurangi sampah di sekitar rest area, dia juga membagikan kotak makan (lunch box) dan tumbler agar pemudik dapat menghindari penggunaan plastik sekali pakai.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.