Seniman Bali memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan devisa negara
Denpasar (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana membangun rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Denpasar, Bali, dengan anggaran sebesar Rp48 miliar yang bersumber dari APBN.
Pembangunan rusun tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Menteri PKP Maruarar Sirait di Denpasar, Senin mengatakan rusun tersebut direncanakan memiliki 60 unit hunian yang dilengkapi dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Menurut dia, salah satu prioritas penghuni rusun tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman di Bali.
Ara menilai seniman Bali memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah maupun nasional.
“Seniman Bali memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan devisa negara. Karena itu, saya juga mengusulkan agar rusun ini dapat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman,” ujar Ara.
Selain itu, ia menekankan agar desain pembangunan rusun tetap mengedepankan unsur budaya lokal Bali sehingga selaras dengan karakter dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Ara juga meninjau lokasi yang diusulkan untuk pembangunan rusun MBR di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Di atas lahan seluas kurang lebih 3.328 meter persegi dengan ukuran sekitar 26 x 128 meter tersebut direncanakan akan dibangun satu tower Rusun Arunika tipe 36 dengan ketinggian maksimal empat lantai.
Rusun tersebut akan menyediakan 60 unit hunian yang terdiri atas dua unit untuk penyandang disabilitas dan 58 unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ara menambahkan bahwa pembangunan hunian vertikal menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di kota-kota besar seperti Denpasar sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Ia berharap pembangunan rusun tersebut dapat segera dimulai dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku agar pelaksanaannya berjalan tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Baca juga: Menko AHY: Program tiga juta rumah solusi "backlog" dan ekonomi
Baca juga: Pramono serahkan 26 rumah dari program bedah rumah Baznas
Baca juga: Pramono dorong BUMD DKI lakukan program bedah rumah
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.