Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Adita Irawati menyatakan zakat memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" di Jakarta, Senin, Adita mengatakan pemerintah tengah berupaya mencapai sejumlah target pembangunan nasional dalam periode 2024–2029, termasuk pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Menag bertemu Menkeu bahas optimalisasi dana umat untuk kesejahteraan

"Zakat itu suatu hal yang memang kewajiban bagi umat Muslim, tapi jangan lupa bahwa zakat ini juga bisa menjadi instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan," katanya.

Adita menambahkan zakat bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan solidaritas kebangsaan.

"Dalam konteks ini, apa yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI ini punya peranan yang sangat strategis untuk bisa mendukung pencapaian tujuan tadi," katanya.

Adita menilai potensi zakat di Indonesia yang mencapai ratusan triliun rupiah masih belum sepenuhnya tergarap secara optimal.

Ia menyoroti bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi, bahkan selama beberapa tahun terakhir dinilai sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan indeks global.

"Padahal sebenarnya kalau kita lihat bangsa kita itu tujuh tahun berturut-turut selalu menjadi negara dengan bangsa yang paling dermawan. Ini dianugerahkan oleh World Giving Index," ujarnya.

Oleh karena itu, Adita memberi masukan bahwa keberhasilan dalam menggalang dukungan publik sangat bergantung pada komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan mengenai pentingnya solidaritas sosial.

Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam kegiatan penggalangan dana melalui lari amal yang dilakukan untuk membantu masyarakat, termasuk penyediaan akses air bersih di wilayah timur Indonesia.

Karena itu, ia menilai kampanye dan literasi mengenai zakat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk media massa.

Baca juga: Himpun ZIS Ramadhan, Baznas optimalkan 415 kantor digital

Baca juga: Kemenag optimalisasi zakat dan wakaf untuk pengembangan pendidikan

Adita menambahkan Bakom RI siap bekerja sama dengan Baznas dan media untuk memperluas literasi serta kampanye mengenai dampak zakat bagi pembangunan nasional.

"Komunikasi publik yang baik, mengemas pesan tentang zakat yang memang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita, perannya dalam mengentaskan kemiskinan, perannya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat ini harus terus dikampanyekan," tutur Adita Irawati.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.