Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid mengatakan Presiden Prabowo Subianto memahami sekali bahwa ada 8 ashnaf atau pihak yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan agama Islam seperti kaum fakir, kaum miskin, orang yang terlilit utang, orang yg sedang menuntut ilmu, mualaf. fii sabilillah, amil, dan musafir.

Karena itu, Presiden mendorong dan mendukung program Baznas karena sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Dalam diskusi bertajuk "Zakat Menguatkan Indonesia" di Jakarta, Senin, Sodik mengungkapkan dirinya mendapatkan mandat khusus dari Presiden RI tak lama setelah ditetapkan menjadi Ketua Baznas RI.

"Sodik, kamu bantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, bantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan. Tapi aku tahu, bahwa zakat itu ada asnaf-asnafnya (orang yang berhak menerimanya)," katanya mengutip perkataan Presiden Prabowo.

Baca juga: Sodik Mudjahid didapuk jadi Ketua Baznas RI gantikan Noor Achmad

Sodik melanjutkan, Prabowo menginginkan Baznas dapat hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai programnya, namun tidak untuk MBG karena terdapat pihak yang tidak termasuk ke dalam asnaf penerima zakat.

Ia menyebutkan Kepala Negara memiliki komitmen yang kuat dalam menyejahterakan masyarakat, termasuk salah satunya melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

"Saya bukan hanya melihat dan mendengarkan, tapi merasakan sekali bagaimana komitmennya terhadap rakyat-rakyat kecil itu dan bagaimana komitmennya Pak Prabowo terhadap menjaga aset negara betul-betul untuk rakyat kita," ujar Sodik Mudjahid.

Baca juga: Baznas: Pengumpulan Zakat Istana Rp4,3 miliar, tertinggi dalam sejarah

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Adita Irawati menyatakan zakat memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Zakat itu suatu hal yang memang kewajiban bagi umat Muslim, tapi jangan lupa bahwa zakat ini juga bisa menjadi instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan," katanya

Adita menambahkan zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun keadilan sosial dan solidaritas kebangsaan.

"Dalam konteks ini apa yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI ini punya peranan yang sangat strategis untuk bisa mendukung pencapaian tujuan tadi," tutur Adita Irawati.


Baca juga: Bakom RI dorong optimalisasi zakat untuk kesejahteraan masyarakat

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.