Moskow (ANTARA) - Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan pihaknya akan segera mulai memasok minyak ke pasar global dari cadangannya, dan memprioritaskan pasar Asia Oseania. Langkah itu dilakukan untuk merespons situasi yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

"Minyak dari cadangan darurat IEA akan segera mulai mengalir ke pasar global menyusul pengumuman pada 11 Maret, bahwa negara-negara anggota IEA akan menyediakan 400 juta barel minyak ke pasar, sebagai respons terhadap gangguan yang diakibatkan oleh konflik di Timur Tengah," kata lembaga tersebut dalam pernyataannya, Ahad.

Cadangan minyak mentah dan produk petroleum akan mencapai pasar Asia Oseania "segera," sementara pengiriman ke benua Amerika dan pasar Eropa akan dimulai pada akhir Maret.

Menurut data IEA, negara-negara Asia dan Oseania akan menerima 66,8 juta barel minyak dan produk petroleum dari cadangan pemerintah, ditambah 41,8 juta barel tambahan dari stok industri.

Sementara itu, Amerika Utara dan Selatan akan mengambil 172,2 juta barel dari cadangan pemerintah dan 23,6 juta barel dari sumber "lainnya."

Eropa akan menerima 32,7 juta barel dari cadangan pemerintah dan 74,8 juta barel dari stok industri.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: China jawab Trump soal bantu pulihkan lalu lintas di Selat Hormuz

Baca juga: Jepang buka keran cadangan minyak, mitigasi efek blokade Selat Hormuz

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.