New Delhi (ANTARA) - Sedikitnya ada 10 pasien dilaporkan meninggal dunia dan 11 lainnya menderita luka bakar akibat kebakaran yang terjadi pada Senin pagi di sebuah rumah sakit besar di Kota Kattak, negara bagian Odisha, India.

Menurut keterangan pihak berwenang negara bagian, peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi Kedokteran Srirama Chandra Bhanja (SCB) pada sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat.

Kepala Menteri Odisha, Mohan Charan Majhi, mengatakan kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik di unit perawatan intensif.

"Secara total, 23 pasien dipindahkan ke bangsal lain akibat kebakaran tersebut. Tujuh pasien, yang sedang dalam kondisi kritis, meninggal dunia saat dipindahkan ke unit perawatan intensif dan bangsal lain. Kemudian, tiga pasien lain meninggal," kata Majhi.

Bersama dengan Menteri Kesehatan Odihsa, Mukesh Mahaling, Majhi mengunjungi rumah sakit tersebut tak lama setelah kejadian.

Dia mengarahkan pula agar bagian administrasi untuk memberikan semua jenis bantuan dari pemerintah kepada mereka yang terdampak kebakaran.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyebut kejadian itu "sangat menyakitkan". Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Kepala pemerintahan India itu juga berjanji akan memberikan kompensasi sebesar 200.000 rupee India (sekitar Rp36 juta) kepada setiap keluarga yang terdampak tragedi kebakaran tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Sedikitnya 11 tewas dalam kebakaran pabrik cat di India

Baca juga: Kebakaran kelab malam di India barat tewaskan 23 orang

Baca juga: Kebakaran bus di India tewaskan 12 orang, lukai 30 lainnya

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.