Jakarta (ANTARA) - Pengurus Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengkonfirmasi bahwa pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan absen dari gelaran Orleans Masters 2026.

Pelatih Tunggal Putri Indonesia Imam Tohari mengatakan bahwa Thalita tidak dapat bergabung dengan tim bulu tangkis Indonesia karena faktor keamanan perjalanan akibat dari meluasnya konflik Amerika Serikat menghadapi Iran di Timur Tengah.

Disebabkan alasan tersebut, Thalita akhirnya dipastikan absen pada turnamen yang berlangsung di Orleans, Perancis mulai 17 hingga 22 Maret tersebut.

"Thalita Ramadhani Wiryawan diputuskan untuk tidak tampil pada Orléans Masters 2026 dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan dalam perjalanan menuju lokasi turnamen," ujar Imam Tohari dikutip dari keterangan PBSI, Minggu.

Baca juga: Thalita segel gelar Indonesia International Challenge 2025

"Saat ini situasi yang masih cukup dinamis di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan utama kami. Ditambah dengan kondisi Thalita yang harus melakukan perjalanan seorang diri, hal tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi risiko selama perjalanan," imbuhnya.

Imam Tohari mengatakan bahwa pertimbangan untuk tidak mengikutsertakan Thalita ke dalam tim Merah Putih merupakan pertimbangan bersama tim yang memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan atlet.

"Kami memutuskan untuk menarik Thalita dari turnamen ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keputusan ini diambil semata-mata untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan atlet tetap menjadi prioritas utama," ungkap Imam.

Dalam turnamen BWF Super 300 ini, Indonesia akan diperkuat oleh sepuluh wakil yang berada dalam lima sektor yaitu sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Baca juga: Thalita Ramadhani semakin termotivasi setelah jadi pemain pelatnas

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.