Ini menjadi kabar baik menjelang Lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan sebanyak 97.122 guru binaan dinyatakan lulus sertifikasi guru, yang merupakan peserta sertifikasi angkatan ke-4 yang prosesnya berlangsung sejak 2025.
“Ini menjadi kabar baik menjelang Lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Selasa.
Suyitno mengatakan angka tersebut menggenapi 304.661 guru Kemenag yang lulus sertifikasi pada angkatan 1-3 pada 2025.
Baca juga: Wamenag: Tahun 2027 semua guru agama tersertifikasi
Selain potret peningkatan profesionalitas, kata dia, capaian ini menggambarkan komitmen Kemenag terhadap kesejahteraan guru madrasah dan pendidikan keagamaan.
Panitia Nasional PPG Kemenag yang juga Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir mengatakan sertifikasi guru merupakan bagian dari upaya Kemenag kompetensi profesional guru yang terstandar, sekaligus mendapatkan pengakuan yang layak atas dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Dengan status tersertifikasi, para guru berhak memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) sesuai ketentuan. Ini diharapkan dapat semakin memotivasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” kata M. Munir.
Baca juga: Kemenag tegaskan komitmen pemerintah menyejahterakan guru madrasah
Sebanyak 97.122 guru yang lulus sertifikasi pada 2026 ini terbagi dalam 31 bidang studi, mulai dari Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, guru madrasah mata pelajaran (mapel) agama maupun umum, guru agama Katolik, Kristen, dan Khonghucu.
Menurut Munir, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak, mulai dari unit-unit teknis di lingkungan Kemenag, perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi guru, hingga para guru yang dengan penuh dedikasi mengikuti seluruh tahapan sertifikasi secara serius dan bertanggung jawab.
“Pengumuman kelulusan ini diharapkan menjadi energi baru bagi para guru untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan, sekaligus menjadi penguat komitmen pemerintah dalam memuliakan guru sebagai penjaga masa depan bangsa,” kata M Munir.
Baca juga: Kemenag usulkan insentif guru honorer non sertifikasi jadi Rp400 ribu
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.