Jakarta (ANTARA) - Seorang petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) merasa terbantu dengan adanya program sembako murah lantaran tak mudik Lebaran ke kampung halaman.
"Alhamdulillah, kita bisa lebih ringan dengan harga segitu. Bisa terjangkau untuk sehari-hari," kata PPSU Kelurahan Pondok Pinang, Muhammad Said saat ditemui dalam kegiatan sembako murah di Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa.
Said mengatakan dengan membayar Rp100 ribu, ia berhasil mendapatkan paket bahan pokok yang cukup beragam untuk dibawa pulang.
Dalam paket itu disebutkan tersedia daging merah, kentang, tepung terigu dan beras dua kilogram (kg).
Namun, di balik kegembiraan mendapatkan sembako murah, ternyata sudah empat tahun tidak mudik ke kampung halamannya di Solo.
Tabungan yang telah disimpannya tersebut digunakan demi memprioritaskan pendidikan sang anak.
"Tak mudik, kayaknya banyak keperluan sekolah. Anak besok mau daftar sekolah ke Yogja," ucapnya.
Meski harus menahan rindu selama empat tahun tidak bisa mudik, kehadiran sembako murah setidaknya membantu dia dan keluarganya untuk tetap bisa merasakan suasana Lebaran.
Sementara, warga Pondok Pinang lainnya, Ari mengaku mendapatkan informasi kegiatan ini dari kelurahan dengan diberikan kupon resmi.
"Satu orang satu, tebus Rp100 ribu," ucap Ari.
Kehadiran Ibu Ari dalam acara tersebut adalah untuk mewakili suaminya yang merupakan seorang petugas PPSU.
Menurutnya, ini adalah kali pertama ia mengikuti program sembako murah tersebut agar program-program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperbanyak di masa mendatang.
“Ya, mudah-mudahan lebih banyak bantuan,” ucapnya.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.