Malalak, Kabupaten Agam (ANTARA) - Sejumlah pengendara kendaraan bermotor memanfaatkan akses terbatas Jalan Malalak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi untuk mempersingkat waktu tempuh.

Pantauan ANTARA di ruas jalan KM 82+700 pada Selasa, terlihat deretan pemotor melintas dengan berbagai bawaan, mulai dari tas ransel, kardus, hingga barang kebutuhan mudik yang diletakkan di sisi maupun bagian depan kendaraan.

Selain pemudik, sejumlah warga umum juga memilih untuk melintasi jalur tersebut untuk menghindari kepadatan di jalur utama. Hal ini terlihat dari pengendara yang hanya membawa barang bawaan ringan, bahkan sebagian lainnya membawa kue kaleng khas Lebaran.

Para pengendara tampak melintas dengan hati-hati karena terdapat badan jalan yang terban sepanjang 200-300 meter. Saat ini jalur pengganti telah dibangun dan masih dalam tahap penyelesaian.

Baca juga: Pemprov Sumbar putuskan tetap tutup ruas Malalak demi keamanan pemudik

Tidak hanya sepeda motor, serangkaian kendaraan lain seperti truk sampah tanpa muatan dan beberapa kendaraan roda empat juga terpantau melintas di jalur tersebut.

Dibandingkan dengan pengamatan ANTARA pada Senin (16/3), volume arus lalu lintas di Jalan Malalak pada Selasa terpantau mengalami peningkatan.

Supervisor Health, Safety, Security and Environment PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Budi Setia yang dihubungi di Malalak, Senin, menjelaskan bahwa jalan Malalak sebenarnya telah bisa dilewati kendaraan. Namun ia menegaskan jalur tersebut hanya bisa dilewati di luar jam operasional dan khusus bagi masyarakat setempat.

Jalan tersebut hanya dapat dilintasi saat pekerja sedang beristirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, atau setelah alat berat tidak lagi beroperasi yakni pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Pemkab Agam pasang rambu petunjuk-peringatan di jalur ke Bukittinggi

Kendati pada H-4 Lebaran Idul Fitri pekerja telah berhenti bekerja, akses jalan hanya dibuka bagi pemudik karena alasan keamanan.

“Jalur Koto Mambang-Malalak via Balingka belum aman untuk dibuka karena masih terdapat area yang berpotensi longsor,” kata Budi.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat untuk melintasi jalur alternatif ini menunjukkan peran penting Jalan Malalak sebagai penghubung vital antara dua kota di Sumatera Barat, khususnya pada momen meningkatnya mobilitas seperti musim mudik.

Direktorat Polda Sumatera Barat akan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way pada musim mudik Idul Fitri pada jalur utama provinsi yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Sistem one way untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akan diberlakukan pada 19-20 Maret dan dilanjutkan pada 22-24 Maret 2026. Titik penyekatan pertama berada di Simpang Exit Tol Sicincin, dan titik kedua berada di Simpang Padang, Padang Panjang.

Baca juga: Huni huntara tiga pekan, warga di Malalak Sumbar mulai beradaptasi

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.