Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat integrasi transportasi umum bus dan kereta api di Purwokerto melalui pemanfaatan pintu barat Stasiun Purwokerto sebagai titik drop off gratis serta akses langsung layanan Trans Banyumas ke kawasan stasiun.

Ditemui usai uji coba akses masuk bus Trans Banyumas di area parkir pintu barat Stasiun Purwokerto, Rabu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun.

Drop off (penurunan penumpang) gratis khusus di pintu barat. Kalau semua titik digratiskan justru berpotensi menambah kemacetan karena kawasan stasiun sudah padat,” katanya.

Menurut dia, keputusan itu merupakan hasil diskusi pemerintah daerah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto dan perwakilan sejumlah pihak menyusul berbagai keluhan masyarakat terkait akses penurunan penumpang.

Baca juga: Pemkab Banyumas siapkan lima bus mudik gratis Lebaran 2026

Ia mengapresiasi langkah KAI Purwokerto yang telah menyiapkan akses pintu barat sekaligus membuka jalur bagi armada Trans Banyumas untuk masuk langsung ke area stasiun.

Ia mengharapkan integrasi tersebut mempermudah mobilitas warga, terutama penumpang kereta api yang melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum.

“Kalau bus datang 15 menit sekali, penumpang kereta yang tiba di Purwokerto bisa langsung lanjut naik Trans Banyumas. Murah dan nyaman,” katanya.

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun mengatakan armada Trans Banyumas yang terhubung langsung dengan Stasiun Purwokerto terdiri atas Koridor 1 yang melayani rute Ajibarang-Pasar Pon, Koridor 3A rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur dalam kota), dan Koridor 3B rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur pinggiran kota/kawasan perkotaan).

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.