Gubernur Kalbar luncurkan Desa Siaga Api

Gubernur Kalbar luncurkan Desa Siaga Api

Gubernur Kalbar Cornelis (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Bagaimana kedepannya, agar di Kalbar tidak terjadi lagi bencana asap, salah satunya dengan program Desa Siaga Api di Nanga Tayap ini,"
Ketapang, Kalbar (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, Kamis, meluncurkan program Desa Siaga Api, dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalbar, di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

"Bagaimana kedepannya, agar di Kalbar tidak terjadi lagi bencana asap, salah satunya dengan program Desa Siaga Api di Nanga Tayap ini," kata Cornelis di Ketapang.

Untuk mendukung itu, maka harus disiapkan embung atau kanal sebagai penampung air dan cadangan air, sehingga ketika terjadi kebakaran, bisa dipadamkan dengan air tersebut.

Semua pihak menurut Cornelis memang harus mengantisipasi perubahan iklim yang sangat ekstrem tersebut, salah satunya menjaga dan mempertahankan hutan. "Sementara itu, pihak kebun berkewajiban untuk menjaga agar kebunnya tidak terbakar, seperti apa yang dilakukan oleh Sinarmas, sehingga kami mengapresiasi, agar diikuti oleh perkebunan sawit lainnya," ujar Cornelis.

Sementara itu, CEO Perkebunan PT Smart Tbk Wilayah Kalbar, Susanto Yang mengatakan, dalam menghadapi musim kemarau 2016, PT SMART Tbk, anak perusahaan Golden-Agri Resources (GAR), meluncurkan program Desa Siaga Api, dengan memberdayakan masyarakat lokal untuk pencegahan kebakaran dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan instansi lainnya.

Menurut dia, tahap pertama, program Desa Siaga Api ini dilaksanakan di delapan desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, sembilan desa lainnya akan menyusul di wilayah Provinsi Jambi April tahun 2016.

Susanto menambahkan, semua sudah mengetahui betapa berbahayanya dampak dari Karhutla bagi manusia, terutama bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok manula. Keterlibatan masyarakat sangat penting, karena masyarakat dapat mencegah, dengan melakukan deteksi dini dan mengambil tindakan penanganan kebakaran dengan cepat.

"Program yang direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun ini didukung kegiatan sosialisasi yang terencana pada masyarakat, dan akan dievaluasi setiap tahun bersama pemerintah daerah dan institusi terkait lain, untuk memastikan efektifitasnya sebagai wujud dukungan kami terhadap program pemerintah mewujudkan Indonesia bebas Karhutla," ujar Susanto.

Melalui program Desa Siaga Api, warga desa akan dilatih dan diberikan sarana dan prasarana pemadaman api, selain itu, kepada desa terbaik yang berhasil mencegah dan menangani potensi kebakaran, diberikan insentif berupa program CSR bantuan pembangunan infrastruktur sosial tambahan, atau bantuan pendampingan teknis dari PT SMART Tbk.

Sebanyak 15 orang dari setiap desa akan dipilih dan dilatih menjadi sukarelawan Desa Siaga Api dari delapan desa yang dijadikan proyek percontohan di Ketapang, dan nantinya dari sembilan desa lainnya di Jambi.

Bupati Ketapang Martin Rantan menyatakan, Pemkab Ketapang punya komitmen untuk mencegah Karhutla, sehingga setiap desa agar menyiapkan peralatan pemadam Karhutla dari dana alokasi desa.

"Kami akan bentuk ketua tim desa, dan ada kepedulian bersama sehingga upaya pencegahan Karhutla akan semakin efektif di musim kemarau. Mudah-mudahan dengan program Desa Siaga Api, maka di tahun 2016 tidak lagi titik api di Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Pewarta: Andilala
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sepanjang 2019 Karhutla di Sultra seluas 1.438 hektar

Komentar