Washington (ANTARA) - Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, pada Kamis mengkonfirmasi kepada RIA Novosti bahwa sebuah jet F-35 melakukan pendaratan darurat setelah misi tempur di atas wilayah Iran.
Sebelumnya pada hari itu, dengan mengutip dua sumber yang mengetahui insiden tersebut, CNN melaporkan bahwa tembakan anti-pesawat Iran merusak jet tempur F-35 AS yang terbang di atas Iran, sehingga memaksa jet tersebut melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di wilayah tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan telah menembak jatuh jet tempur F-35 milik AS, dan pesawat tersebut mengalami kerusakan serius.
"Kami mengetahui laporan bahwa pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara regional AS setelah menerbangkan misi tempur di atas wilayah Iran," kata Hawkins.
"Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang diselidiki," imbuh Hawkins.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: PBB: Iran harus berhenti serang negara tetangga, buka Selat Hormuz
Baca juga: Austria dan Belgia tolak terlibat operasi di Selat Hormuz
Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.