Washington (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa AS kemungkinan akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada dalam perjalanan di tengah melonjaknya harga energi sebagai dampak dari serangan militer AS-Israel terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan Fox Business, Bessent mengatakan langkah tersebut mungkin akan melepaskan sekitar 140 juta barel minyak.
"Pada dasarnya, kami akan menggunakan barel-barel minyak Iran itu untuk melawan Iran sendiri guna menjaga harga tetap rendah selama 10 atau 14 hari ke depan seiring kita melanjutkan kampanye militer ini," ujarnya.
Pekan lalu, AS untuk sementara mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Rusia yang sudah berada di laut, dan pengecualian tersebut akan berlaku hingga 11 April.
Langkah tersebut telah melepaskan pasokan minyak global sebanyak 130 juta barel, kata Bessent.
Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve) dan bertindak untuk menggenjot produksi minyak di lepas pantai California.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.