Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Mahakarya Pictures menghadirkan livery kereta serta seni instalasi stasiun yang terinspirasi dari film “Pelangi di Mars” saat libur Lebaran.
“Kolaborasi yang terus berlanjut ini memberi peluang bagi film Indonesia seperti 'Pelangi di Mars' untuk semakin dikenal publik melalui medium kreatif di transportasi publik seperti kereta api. Momentum mudik dan libur Lebaran pun terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif dan dekat dengan masyarakat,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Irene menilai aktivasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi film nasional sekaligus menghadirkan pengalaman mudik yang nyaman dan penuh kebersamaan di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Baca juga: Bimoky bawa karakter robot Batik seperti sosok ayah di dunia nyata
Baca juga: Film "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Maret
Kolaborasi yang berkelanjutan itu membuka ruang promosi yang semakin luas bagi karya kreatif Indonesia. Termasuk film keluarga sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Irene menambahkan sinergi antarsektor tersebut juga memperlihatkan besarnya potensi Intellectual Property (IP) lokal yang lahir dari talenta muda Indonesia dan terus berkembang menjadi kekuatan industri kreatif nasional.
Area stasiun dihiasi instalasi visual bertema film "Pelangi di Mars", mulai dari elemen robot hingga detail set yang menghadirkan nuansa khas film tersebut.
Sementara itu, pada salah satu rangkaian KA Argo Dwipangga, livery khusus bertema "Pelangi di Mars" tampil dengan warna-warna cerah serta karakter utama film berikut elemen robotiknya.
“Perjalanan mudik dengan kereta api kini menghadirkan pengalaman kreatif yang akrab dengan dunia imajinasi anak-anak. Suasana ini diharapkan menambah kenyamanan sekaligus menghadirkan kesan yang menyenangkan selama perjalanan,” ujar Irene.
Baca juga: Film "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Maret
Produser film "Pelangi di Mars" Dendi Reynando mengatakan produksi film anak di Indonesia masih relatif terbatas, padahal kebutuhan akan tontonan keluarga terus tumbuh. Karena itu, "Pelangi di Mars" diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan karakter dan cerita yang berkembang menjadi kekayaan intelektual lokal.
“Film anak di Indonesia masih terbatas. Kami berharap 'Pelangi di Mars' dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang terus berkembang,” kata Dendi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pelanggan sekaligus mendukung karya kreatif anak bangsa.
“Kereta api merupakan ruang publik yang dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Melalui livery kereta dan dekorasi stasiun, kami ingin perjalanan menjadi lebih berwarna, lebih berkesan, dan semakin dekat dengan karya kreatif Indonesia,” ujar Bobby.
Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif dan KAI juga telah berkolaborasi dengan menghadirkan karakter komik IP lokal pada momentum Ramadan dan mudik Lebaran 2025. Kolaborasi tersebut berlanjut pada masa liburan sekolah 2025 melalui kehadiran karakter "Jumbo" di desain bodi kereta api jarak jauh.
Pada akhir tahun 2025, aktivasi kreatif kembali digelar dengan menghadirkan 11 IP lokal yang menemani pelanggan selama periode Natal dan Tahun Baru. Sinergi lintas sektor ini menegaskan dukungan terhadap karya anak bangsa, khususnya perfilman Indonesia.
Baca juga: Film "Pelangi di Mars" angkat mimpi anak Indonesia
Baca juga: Rio Dewanto sebut "Pelangi di Mars" bisa dinikmati seluruh keluarga
Baca juga: Upie Guava ingin hadirkan cerita inspiratif untuk anak melalui film
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.