Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta para petugas pendamping Bidang Pengelola Sampah di tingkat RW (BPS RW) untuk terus memperkuat edukasi dan pendampingan kepada warga agar budaya memilah dan mengurangi sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Termasuk, petugas penanganan sampah badan air agar melakukan pemilahan dan pengolahan di fasilitas UPSBA (Unit Penanganan Sampah Badan Air),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Rabu.

Petugas pengumpul sampah atau tukang gerobak juga diingatkan untuk menjaga agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur.

Asep menegaskan, dalam pengangkutan sampah tidak boleh ada lagi pencampuran sampah hingga ke fasilitas pengolahan. Hal yang sama juga berlaku di TPS, di mana sampah yang masuk harus tetap dalam kondisi terpilah dan dikelola sesuai kategorinya.

Selain itu, jajaran suku dinas dan satuan pelaksana diminta mengoptimalkan berbagai fasilitas pengolahan di lingkungan warga, mulai dari bank sampah, komposting, hingga biokonversi maggot BSF.

"Langkah ini penting agar sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber dan tidak seluruhnya bermuara ke TPST Bantargebang," kata Asep.

Dia menekankan, penguatan pemilahan dan pengurangan sampah di tingkat masyarakat harus menjadi prioritas utama dan seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup diminta memastikan sistem pengelolaan berjalan konsisten dari hulu hingga hilir tanpa terputus.

Asep pun mengajak masyarakat agar menjadikan momentum halal bihalal Idul Fitri 1447 H sebagai titik balik untuk memperkuat pengurangan sampah dari sumber.

"Halal bihalal harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperbaiki cara kerja yang lebih disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI siapkan aturan wajib pilah sampah dari rumah

Baca juga: Pemkot Jaktim masifkan program pemilahan sampah berbasis rumah

Baca juga: Jakarta perlu terapkan hari pengambilan sampah sesuai jenis

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.