Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengimbau masyarakat menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 pada 28–29 Maret.

Pratikno menyampaikan arus balik mulai meningkat dan diperkirakan akan kembali mengalami lonjakan pada akhir masa libur Lebaran.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menumpuk di tanggal 28–29 di hari-hari akhir libur ini,” kata Pratikno usai meninjau kondisi arus mudik dan balik di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu.

Ia mengatakan masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan lebih awal agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terpusat pada waktu tertentu.

Pratikno menjelaskan arus mudik Lebaran tahun ini secara umum berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan pada periode sementara H-12 hingga H+3 Lebaran.

“Terjadi kenaikan ya 4,6 sampai hampir 5 persen. Demikian juga dengan penyeberangan juga sangat tinggi, tetapi alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut juga dilaporkan mengalami penurunan sekitar 16 persen.

Menurut dia, kelancaran arus mudik tidak terlepas dari kesiapan lintas instansi serta dukungan sistem pemantauan berbasis data yang memungkinkan respons cepat di lapangan.

Pratikno juga mengapresiasi kerja keras para petugas yang tetap bertugas selama periode Lebaran dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Ia menambahkan arus balik diperkirakan mengalami kenaikan sekitar lima persen sehingga diperlukan pengaturan waktu perjalanan oleh masyarakat untuk menghindari kepadatan di puncak arus balik.

Baca juga: Menhub: WFA efektif tekan arus mudik-balik Lebaran

Baca juga: Menteri PU dan Menhub akan bahas soal antrean arus mudik di Gilimanuk

Baca juga: Seskab dan Menhub tinjau puncak arus balik di Terminal Pulo Gebang

Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut hingga Rabu siang jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta telah mencapai sekitar 2,04 juta unit dari total kendaraan yang keluar sebelumnya.

“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Dikurangi yang sudah masuk, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai pada puncak arus balik,” ucap Kapolri.

Pemerintah mencatat puncak arus balik sementara mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari, lebih tinggi dibandingkan periode Lebaran tahun lalu sebesar 223.163 kendaraan.

Ia menyebut pemerintah terus mendorong penguraian agar arus balik tidak menumpuk pada puncak periode libur Lebaran.

Baca juga: Seskab Teddy sebut angkutan Lebaran sesuai harapan Presiden Prabowo

Baca juga: Menhub dan Seskab pantau arus balik di Terminal Pulo Gebang

Baca juga: Menhub: 283 ribu kendaraan kembali ke Jakarta saat puncak arus balik

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.