Jakarta (ANTARA) - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) meyakini program konversi motor listrik yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan efisiensi dan hemat energi sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti dihubungi di Jakarta, Kamis menilai kebijakan yang mengubah sepeda motor berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik dengan didukung subsidi pemerintah ini tidak hanya ditujukan untuk menekan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi, serta memperkuat industri komponen.
“Menurut saya konversi ke motor listrik jauh lebih hemat energi dan mampu menekan biaya operasional harian hingga 80 persen atau seperlima dari biaya BBM konvensional,” ujar Esther.
Ia menambahkan, agar manfaat program ini semakin optimal, dukungan kebijakan perlu diperluas dengan tidak hanya menyasar pada subsidi pembelian. Indef mendorong pemerintah untuk mempermudah pengurusan administrasi, termasuk surat-surat kendaraan dan pajak tahunan, serta memperbanyak infrastruktur pengisian daya.
Baca juga: Prabowo bentuk satgas transisi energi percepat konversi motor listrik
“Tentu saja ini tidak cukup hanya memberi subsidi pada saat beli motor tetapi juga pengurusan surat-surat, pajak tahunan, dan tidak lupa menyediakan stasiun charging area lebih banyak agar pengguna motor listrik tidak takut mogok di jalan,” lanjutnya.
Di sisi lain, Esther menyampaikan masih terdapat tantangan dalam implementasi program ini, terutama terkait laju konversi yang masih relatif lambat dibandingkan dengan total populasi sepeda motor di Indonesia. Selain itu, pemerataan infrastruktur pengisian daya juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.
Meski demikian, ia menilai kondisi ini justru membuka peluang besar bagi pengembangan industri komponen lokal. Dengan meningkatnya kebutuhan motor listrik, rantai pasok dalam negeri berpotensi tumbuh dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
“Namun, ini peluang besar untuk mendorong industri komponen lokal,” kata Esther.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.