Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap dan Fuel Terminal (FT) Maos di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, optimal menjaga stok BBM selama arus balik Lebaran 2026.

Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan pasokan dan distribusi di Jawa Tengah selama arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi lancar.

Menurut dia, keandalan operasional kilang dan distribusi energi di wilayah tersebut telah disiagakan secara optimal sejak jauh hari, termasuk melalui koordinasi lintas sektor.

"BPH Migas telah mendengar langsung paparan dari Tim Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan Kilang Cilacap bahwa seluruh infrastruktur dan operasional telah disiapkan dengan baik untuk menghadapi arus balik Ramadhan dan Idul Fitri," katanya saat meninjau kesiapan Kilang Cilacap dan FT Maos, Kamis (26/3/2026).

Kilang Cilacap, yang menyumbang 30 persen kapasitas pengolahan BBM nasional, menjadi titik strategis menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Produksi berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, hingga LPG ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama mudik dan arus balik Lebaran.

Eman menyebut berbagai inovasi juga terus dilakukan Kilang Cilacap untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan produksi di antaranya pengembangan biorefinery.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, juga dalam penyediaan energi nasional," ungkapnya.

Namun, Eman mengingatkan kegiatan operasi kilang tetap menjaga aspek health, safety, security, and environment (HSSE).

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.