Visit ASEAN@50 bersatu jaring wisatawan

Visit ASEAN@50 bersatu jaring wisatawan

Arief Yahya. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Berlin (ANTARA News) - Anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAB) yang mengikuti bursa pameran pariwisata internasional  ((Internationale Tourismus-Börse/ITB) Berlin, Jerman, meluncurkan programVisitASEAN@50 untuk menjaring wisatawan dari mancanegara secara bersama.

Hal ini sesuai dengan semangat dan komitmen menjadi satu tujuan bersama (ASEAN Spirit and Single Destination), kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, kepada ANTARA News di Berlin, Sabtu.

Semangat dan komitmen itu, dikemukakannya, disepakati bersama di ASEAN Tourism Association (ASEANTA) di Manila, Filipina, pada Januari 2016.

Branding Visit ASEAN@50 diluncurkan di paviliun Thailand di ITB Berlin yang dihadiri pimpinan rombongan stand masing-masing negara serta Direktur penyelengara ITB Berlin, David Ruetz, dan Secretary of State of Cambodia, Somara, dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari anggota ASEAN.

Dalam acara tersebut Indonesia menampilkan Tari Gondang Batak yang merupakan kolaborasi antara musik tor-tor dari Batak dengan gerakan tari Jawa terinspirasi dari gerakan wayang kulit dan wayang golek berhasil menarik perhatian penonton.

Peluncuran brandingnya Visit ASEAN@50 sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-50 ASEAN. Saat itu Singapore Tourism Board mengemas dalam bentuk multimedia cruise dan maritime tourism.

Arief Yahya, yang dipercaya menjadi juru bicara program Visit ASEAN @50, mengatakan bahwa saat ini tengah menyelesaikan Blueprint ASEAN Economic Community 2025, termasuk mengukur seberapa besar nilai persaingan di wilayah ASEAN dari sisi pariwisata.

Berdasarkan hal itu, dikatakannya, maka akan dapat dibuat promosi dan marketing bersama ke seluruh dunia sebagai satu tujuan wisata.

Menurut dia, pertumbuhan turis internasional ke kawasan ASEAN tahun 2015 hanya lima persen, sementara perhitungan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pariwisata (UN-WTO), pertumbuhan turis dunia tahun 2015 hanya empat persen.

UN-WTO memproyeksikan kawasan ASEAN akan lebih kuat berkembang di sektor pariwisata, ujar Marketeer of The Year 2013 itu.

Ia mengemukakan, Visit ASEAN@50 punya prospek yang sangat besar karena bisa dipromosikan paket dua atau tiga negara dalam satu kunjungan. Turis bisa memilih datang ke UNESCO World Heritage Site, cruise, homestay, nature, culture, dengan manmade dan lainnya.

Indonesia pada 2017 akan mengelar lebih dari 100 festival, sehingga diharapkan dalam ITB Berlin dapat menjaring turis untuk berlibur ke ASEAN, ujarnya.

Sementara itu, Deputy Senior Governor of Thailand Tourism Authority, Jutaporn Roengranasa, mengakui Thailand cukup optimis dengan diluncurkannya VisitASEAN@50.

Diproyeksikannya wisatawan non-ASEAN yang bakal berkunjung ke kawasan Asia Tenggara ini bakal menembus 125 juta turis tahun 2017.

Saat ini, turis yang datang ke Thailand mencapai 30 juta, Malaysia 25 juta, Singapore 15 juta dan Indonesia 10 juta, total wisatawan ke berwisata ke negara ASEAN mencapai 80 juta. Belum lagi turis yang datang ke Filipina, Brunei Darussalam, Kambodia, Laos, dan Timor Leste, yang jika ditotal terdapat sekitar 100 juta wisatawan.

Proyeksi 125 juta hingga tahun 2017 sebenarnya bukan angka yang mudah. Untuk itu perlu dilakukan promosi dan berkampanye bersama, ujar Jutanporn.

Ia menambahkan, dengan mengandalkan keragaman atraksi di negara ASEAN sebagai satu tujuan destinasi.

Adapun indeks lama tinggal wisatawan mancanegara ke ASEAN ditargetkan lebih lama, yakni enam sampai tujuh hari sehingga mereka bisa menjelajah lebih dari satu negara. Seperti halnya di Eropa, jika tujuh hari sudah bisa berkelana di tiga negara sekaligus.

Sementara itu, David Ruetz selaku Kepala ITB Berlin berkeyakinan bahwa konsep ASEAN sebagai satu daerah tujuan wisatan dapat berhasil 100 persen.

Apalagi, bila diumumkan di ITB Berlin potensinya semakin tinggi, karena ajang tersebut sudah  berlangsung selama lebih dari 50 tahun.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Dewas TVRI beberkan kronologi pemecatan Helmy Yahya kepada DPR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar