counter

Banjir rendam 35.000 rumah di Bandung, terparah 10 tahun

Banjir rendam 35.000 rumah di Bandung, terparah 10 tahun

Sejumlah warga berjalan di genangan banjir untuk mengungsi di jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/3). Kawasan Bandung Selatan kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Intensitas curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan 5.900 kepala keluarga terdiri 24.000 jiwa terdampak banjir serta lebih dari 3000 jiwa mengungsi. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Bandung (ANTARA News) - Sekitar 35.000 rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarum.

"Banjir kali ini bisa dikatakan paling parah selama 10 tahun terakhir, ada beberapa ketinggian lokasi yang ketinggian airnya mencapai 3,3 meter," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Dadang Wahidin ketika dihubungi melalui telepon, Minggu.

Ia mengatakan ada beberapa lokasi yang sebelumnya tidak terkena banjir sekarang juga dilanda air bah seperti Kantor Kecamatan Dayeuhkolot.

"Selama 20 tahun terakhir, Kantor Kecamatan Dayeuhkolot tidak pernah kena banjir tapi sekarang ketinggian air di sana mencapai 35 cm," ujar Dadang.

Menurut dia, banjir di tiga kecamatan tersebut mulai terjadi saat wilayah Bandung diguyur hujan sejak Sabtu (12/3) lalu.

"Kemarin itu hujan cukup deras, air mulai naik dan masuk ke pemukiman warga itu Sabtu kemarin sekitar jam 5 sore," katanya.

Dikatakan dia, saat ini warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti masjid, rumah susun dan kantor partai politik.

Warga terdampak banjir di Bandung pastikan tidak golput

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar