Jakarta (ANTARA) - Aprilia melihat aspek reliabilitas motor sebagai bahan evaluasi setelah pembalap tim satelit Trackhouse MotoGP Team Ai Ogura gagal finis di putaran ketiga Kejuaraan Dunia MotoGP, Grand Prix Amerika Serikat, meski pabrikan asal Italia itu sukses mengunci finis satu-dua melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin di Circuit of the Americas, Austin.
Chief Executive Officer Aprilia Racing Massimo Rivola mengatakan hasil di Austin merupakan pencapaian bersejarah bagi tim, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masih ada aspek teknis yang perlu diperbaiki.
“Hari Minggu yang sangat berkesan bagi Aprilia Racing, dengan dua pembalap yang tampil luar biasa dan motor yang sangat kompetitif,” kata Rivola dalam keterangan resmi tim, Selasa.
“Apa yang terjadi hari ini adalah momen bersejarah yang akan tercatat. Namun, kami tetap harus terus berbenah, karena apa yang terjadi pada Ai Ogura tidak mudah diterima,” ujarnya.
Ogura sebelumnya tampil kompetitif setelah memulai balapan dari posisi ke-10 dan sempat naik hingga posisi keempat. Pembalap Jepang itu juga mencatatkan lap tercepat sebelum akhirnya terpaksa menghentikan balapan pada lap ke-15 akibat masalah mesin.
Rivola mengungkapkan kegagalan tersebut sekaligus menghilangkan peluang Aprilia untuk mencatatkan hasil yang lebih besar pada balapan tersebut.
“Hari ini sebenarnya ada peluang untuk melihat tiga motor Aprilia di podium, dan peluang seperti itu harus bisa dimaksimalkan,” katanya.
Sementara itu, Team Principal Trackhouse MotoGP Team Davide Brivio menyayangkan kegagalan Ogura yang telah menunjukkan performa kuat sepanjang balapan.
“Sejujurnya, hasil hari ini sangat mengecewakan. Ai menjalani balapan yang fantastis. Dia mencetak lap tercepat selama balapan dan naik peringkat dari posisi ke-10 di awal, jadi saya pikir dia bisa saja naik podium,” kata Brivio.
“Sayangnya, dia mengalami masalah mesin dan motornya berhenti. Dia tidak punya pilihan selain mundur, yang benar-benar disesalkan,” ujarnya.
Meski demikian, Brivio tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki tim dan pembalapnya untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
“Kami memiliki motor yang kuat, tim yang kuat, dan pembalap yang kuat. Kami akan beristirahat sejenak dan kemudian kembali ke balapan berikutnya dengan tekad untuk mengatasi kekecewaan ini,” kata Brivio.
MotoGP 2026 selanjutnya akan berlanjut ke Grand Prix Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April.
Baca juga: Marco Bezzechhi menangi MotoGP Amerika Serikat 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.