Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Amerika Serikat mengerahkan 10.000 prajurit robot untuk menyerang Iran.

Unggahan tersebut menampilkan video dan gambar yang memperlihatkan pasukan robot bersenjata, serta disertai klaim bahwa teknologi tersebut digunakan dalam operasi militer terbaru di kawasan Timur Tengah.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“10 rb prajurit robot canggih AS dan 2500 RB pasukan militer elit sampai di Iran

Iran tidak ada harapan lagi”

Namun, benarkah Amerika Serikat menurunkan prajurit robot untuk menyerang Iran?

Unggahan yang menarasikan Amerika Serikat turunkan 10.000 prajurit robot untuk serbu Iran. Faktanya, video tersebut merupakan hasil AI. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Amerika Serikat mengerahkan ribuan prajurit robot untuk operasi militer di Iran.

Pemeriksaan menggunakan alat AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa konten dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai hasil kecerdasan buatan (AI).

Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation)

Selain itu, hingga saat ini belum ada teknologi militer yang digunakan secara operasional dalam jumlah besar berupa prajurit robot seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Amerika Serikat menurunkan 10.000 prajurit robot untuk menyerang Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Klaim: Amerika Serikat turunkan 10.000 prajurit robot untuk serbu Iran

Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! DPR AS lengserkan Donald Trump dari kursi kepresidenan

Cek fakta: Hoaks! Video Iran jatuhkan pesawat pembom B-2 milik Amerika

Baca juga: AS tunda deportasi warga Iran akibat konflik militer di Timur Tengah

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.