Siswa madrasah berjaya di olimpiade robot internasional

Siswa madrasah berjaya di olimpiade robot internasional

Sejumlah siswa merangkai Robot saat kelas inspirasi "Pengenalan Robotika" di SD Pasuruhan Lor, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (29/11). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Jakarta (ANTARA News) - Para siswa madrasah berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas pada ajang Asian Yout Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura, dengan memborong sembilan piala.

Dua diantaranya adalah Syahrozad Nalfa Nadia (9) dan Avicenna Roghid Putra Sidik (6), siswa Madrasah Pembangunan, sebut laman kemenag.go.id yang dikutip, Rabu.

Kompetisi yang diikuti oleh para siswa dari berbagai negara di Asean ini berlangsung dari tanggal 13-14 Maret 2016 kemarin.

"Syahrozad Nalfa Nadia dan Avicenna Roghid Putra Sidik meraih Gold Prize medal brick Speed, Gold Prize Medal, Silver Prize Medals Maze Solving Junior, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior," terang ibunda mereka berdua, Himatul Laily Waisnaini.

Laily mengaku kaget sekaligus bangga dengan prestasi yang diraih kedua anaknya. Menurut Laily, kebanggaannya semakin terasa karena dia merasa bahwa pilihan  untuk menitipkan pendidikan  anaknya di madrasah tidaklah keliru. Selain belajar agama, di madrasah anak-anaknya juga belajar dan dilatih ilmu sains dan teknologi.

"Saya terharu, saya melihat langsung di sana," tururnya singkat, Selasa (15/03). Atas prestasi yang diraihnya, lanjut Laily, Ocha bahkan didaulat panitia membacakan puisi  Dzikir karya D. Zawawi Imron pada acara penutupan ajang robotic tersebut.

"Saat Ocha membaca puisi, suasana menjadi hening," tukas Laily.

Selain Ocha dan Avicenna, Andi Faiz Naufal Zain yang mewakili Madrasah Pembangunan UIN Jakarta tampil di tim senior juga berhasil meraih Gold Prize Medal Robot Kreatif dan BPM Animal Robotic.

Tim MTs Negeri Pamulang juga berhasil mengukir prestasi pada ajang lomba robot ini.  Ibrahim dan Ridho berhasil meraih Gold Prize Medal Soccer Senior, sedangkan  Nisa dan Nadya meraih Special Award Robot Kreatif dan Animasi.  Siswa lainnya bernama Raka mendapat GPM Soccer Senior.

Dari total 10 cabang yang dilombakan, siswa madrasah berhasil memborong 9 piala. Merekapun kembali ke Indonesia dengan status sebagai juara umum  ajang kompetisi robot Internasional  di Singapura.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Siswa madrasah di Aceh imunisasi vaksin difteri

Komentar