Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan komitmennya untuk memperluas strategi pengembangan sumber daya emas dengan menjajaki peluang eksplorasi di luar negeri, salah satunya di Arab Saudi.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan bahwa perusahaan telah mendaftarkan diri dalam lelang blok prospek emas di negara Teluk tersebut.

“Antam saat ini sedang menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa Antam sudah terlibat dalam penawaran untuk mendapatkan blok eksplorasi baru di Arab Saudi. Pendaftaran lelang sudah dilakukan, tetapi prosesnya tertunda akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga: Pengamat: Emas masih bisa sentuh 6.000 dolar meski ada koreksi tajam

Untung menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi eksplorasi Antam yang dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan pembukaan peluang pertumbuhan baru.

Selain menjajaki peluang eksplorasi di luar negeri, ia menyampaikan bahwa perusahaan juga menjalankan eksplorasi organik di area izin usaha pertambangan (IUP) eksisting, berpartisipasi dalam lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) emas yang dilakukan oleh pemerintah, serta menjalin kerja sama joint venture dengan Badan Geologi untuk mengidentifikasi prospek wilayah baru di dalam negeri.

Di luar sektor emas, Untung menyampaikan bahwa Antam juga tengah memperkuat bisnis bauksit melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 yang digarap bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Proyek ini terintegrasi dengan rencana pembangunan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.