Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan mendorong perubahan budaya kerja dan gaya hidup masyarakat sebagai bagian dari transformasi nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia.

Dalam pengumuman transformasi budaya terkait kerja nasional dan kebijakan energi yang dilakukan secara daring melalui konferensi video yang dipantau dari Jakarta, Selasa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan situasi global saat ini menuntut seluruh negara, termasuk Indonesia untuk beradaptasi melalui langkah-langkah efisiensi dan perubahan pola aktivitas masyarakat.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengefisiensikan cara bekerja, pola mobilitas, serta penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita mulai mengubah budaya dan bertransformasi ke depan untuk menghadapi geopolitik yang memang mempengaruhi seluruh negara di dunia," kata Prasetyo.

Ia menekankan transformasi tersebut mencakup perubahan kebiasaan transportasi masyarakat guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.

Prasetyo menambahkan pemerintah juga mengapresiasi berbagai inisiatif pemerintah daerah yang telah lebih dahulu mendorong perubahan budaya mobilitas ramah energi, salah satunya melalui ajakan menggunakan sepeda untuk berangkat kerja.

Baca juga: Dukung hemat energi, Mendikdasmen imbau murid naik sepeda ke sekolah

Selain menekan konsumsi energi dan BBM, Prasetyo mengatakan langkah tersebut juga memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan kesehatan dan kebugaran masyarakat.

Mensesneg berharap inisiatif serupa dapat diikuti daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari gerakan bersama menuju efisiensi energi, transformasi budaya kerja, serta kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik di masa depan,

"Kita semua apresiasi adanya inisiatif-inisiatif dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, contohnya dengan mulai mendorong budaya untuk menuju ke tempat kerja menggunakan sepeda. Selain mengurangi konsumsi energi dan BBM kita, tentunya ini juga membawa efek untuk kesehatan dan kebugaran. Semoga inisiatif-inisiatif ini bisa diikuti oleh daerah-daerah yang lain," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan mulai berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.

Airlangga merinci terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH ini. Sektor tersebut meliputi sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan, serta sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.

Lebih lanjut, dalam rangka efisiensi mobilitas, pemerintah membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik.

Selain itu, perjalanan dinas dalam negeri ditekan hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen.

Baca juga: Gubernur Jateng rencanakan ASN bersepeda ke kantor

Baca juga: Gedung DPR berlakukan pemadaman lampu demi efisiensi energi

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.