"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM n
Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa politik kemarin yang menjadi sorotan, di antaranya pemerintah menegaskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan dua prajurit TNI gugur di Lebanon dalam misi perdamaian.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
Pemerintah tegaskan BBM subsidi dan non subsidi tidak naik
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto
"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," kata Prasetyo.
Baca selengkapnya di sini.
Seskab: Presiden terima laporan 280 jembatan perintis rampung dibangun
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto pada sela-sela lawatannya di Tokyo, Jepang, menerima laporan sebanyak 280 jembatan perintis di berbagai daerah rampung dibangun dan telah digunakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Sebanyak 280 jembatan perintis tersebut dibangun dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.
“Pagi ini, Bapak Presiden menerima laporan data dan video dari Kasatgas Jembatan bahwa dalam 3 bulan ini sudah 280 jembatan perintis selesai dibangun dan sudah bisa digunakan oleh anak-anak sekolah dan warga untuk menyeberang di desa-desa dan wilayah seluruh Indonesia,” kata Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Baca selengkapnya di sini.
Presiden dan PM Jepang siap jadi mediator demi capai perdamaian
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis antara kedua negara sekaligus mendorong peran aktif menjaga stabilitas dan perdamaian global termasuk dengan menjadi mediator jika diperlukan.
Menurut keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa, Presiden Prabowo dan PM Jepang Sanae Takaichi menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas kawasan, dengan Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang memiliki pandangan yang sejalan terkait upaya deeskalasi konflik
"Kami sepakat bahwa baik Jepang dan Indonesia akan berusaha keras untuk meyakinkan semua pihak untuk melakukan deeskalasi. Dan kami pun siap untuk menjadi mediator bila diperlukan dan untuk fasilitasi usaha-usaha deeskalasi dan arah menuju perdamaian," ujar Presiden.
Baca selengkapnya di sini.
MPR berlakukan WFH, WFA, hingga batasi listrik untuk hemat energi
Sekretariat Jenderal MPR RI memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH), bekerja dari mana saja (WFA), hingga membatasi penggunaan listrik di lingkungan kantor untuk menghemat energi di tengah konflik Timur Tengah.
"Dengan adanya imbauan penghematan ini, kita dari MPR melaksanakan WFH dan WFA. Itu dimulai per tanggal 1 April besok. Aturan itu sudah kita mulai dan penghematan listrik pun dilakukan dengan kita membatasi jam kerja," kata Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan pola kerja pegawai di lingkungan MPR RI diatur menjadi empat hari dalam sepekan. Khusus pada hari Jumat, diberlakukan sistem piket.
Baca selengkapnya di sini.
Kemhan: Dua prajurit gugur saat mengawal operasi UNIFIL di Lebanon
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit TNI gugur di Lebanon Selatan saat sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL, Senin (30/3).
"Insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL," kata Rico dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci penyebab gugurnya dua personel TNI itu. Beredar kabar bahwa dua personel tersebut gugur saat sedang mengawal rombongan pasukan yang ingin menjemput jenazah prajurit UNIFIL lainnya.
Baca selengkapnya di sini.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.