"Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,"
Bengkulu (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin resmi menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC) dari Korea Maritime and Ocean University.
"Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan," kata Sultan Bachtiar Najamudin lewat pesan elektronik diterima di Bengkulu, Rabu.
Dalam orasi ilmiahnya pada seremoni akademik yang berlangsung di kampus KMOU, Busan Korea selatan pada Rabu (01/04/2026), Sultan menegaskan laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban dan fondasi masa depan kerja sama global.
Penulis buku Green Democracy itu juga menekankan pentingnya kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, sejalan dengan visi ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan dikenal konsisten memperjuangkan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional. Ia aktif mendorong Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan sebagai basis kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan dan masyarakat pesisir.
Usai menerima gelar, Sultan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Korean Maritime and Ocean University sebagai institusi akademik yang telah berkontribusi besar dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut bagi Republik Korea dan dunia.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden KMOU dan seluruh civitas akademika atas gelar kehormatan ini. Ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi pengakuan terhadap masyarakat daerah kepulauan di Indonesia," katanya.
Sultan mengatakan gelar tersebut menjadi tanggung jawab moral yang harus dijaga. Dunia internasional lanjut dia akan menantikan Komitmen Indonesia.
"Khususnya DPD RI sebagai lembaga legislatif dalam menyusun kebijakan terkait Daerah kepulauan Dan Kelautan dalam rangka membangun kerja sama global di bidang pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Sultan juga berharap momentum tersebut dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam pengembangan sektor kemaritiman, daerah kepulauan, dan masyarakat pesisir.
Dia menilai sinergi antara keunggulan teknologi maritim Korea dan potensi sumber daya Indonesia merupakan peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Sultan menjadi tokoh Indonesia kedua setelah Megawati Soekarnoputri yang menerima gelar doctor honoris causa dari universitas tersebut. Penganugerahan dipimpin Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, dengan promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies, serta dihadiri jajaran senat dan civitas akademika kampus.
Dalam seremoni itu, Sultan didampingi istri, dua pimpinan DPD RI, sejumlah anggota DPD RI, serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul.
Menurut Prof. Kim penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Sultan memperkuat diplomasi parlemen Indonesia selama ini, khususnya dalam mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir, serta perannya dalam mengenalkan potensi daerah di Indonesia melalui diplomasi internasional.
Baca juga: Ketua DPD: Presiden shalat Id di Aceh beri kehadiran negara saat sulit
Baca juga: Ketua DPD ajak seluruh pihak tahan diri merespons isu konflik Timteng
Baca juga: Ketua DPD bantu 500 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Bengkulu
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.