Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap berada pada level optimis pada Februari 2026, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Berdasarkan data Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 tercatat sebesar 125,2 atau berada pada zona optimis. Menurut Budi, angka tersebut mencerminkan persepsi masyarakat yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ke depan.
"Data dari Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Februari 2026, mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat," ujar Budi dalam konferensi pers "Dampak Idul Fitri pada Perdagangan dan Pariwisata" di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Budi menjelaskan kuatnya keyakinan konsumen ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE), di mana saat ini mencapai 115,9. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan lalu yang tercatat 115,1.
Hal itu menunjukkan penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan daya beli tetap stabil.
Selain itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masih berada pada level optimis, yakni sebesar 134,4.
Sejalan dengan meningkatnya optimisme konsumen, kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 diperkirakan mengalami pertumbuhan baik secara tahunan maupun bulanan.
Indeks Penjualan Riil pada Februari 2026 meningkat 6,9 persen secara tahunan. Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 meningkat 4,4 persen, sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat selama Ramadhan serta persiapan menghadapi hari Lebaran.
"Kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesoris, peningkatan perlengkapan rumah tangga lainnya, dan subkelompok sandang," jelas Budi.
Baca juga: Mendag: Penjualan kendaraan naik, indikasi daya beli tetap kuat
Baca juga: Mendag pastikan cari sumber alternatif bahan baku produksi plastik
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Prisca Triferna Violleta
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.