London (ANTARA) - Presiden sementara Suriah Ahmed Al-Sharaa mengatakan pada Selasa (31/3) bahwa Suriah akan menjauh dari konflik apapun, kecuali jika menjadi sasaran langsung, mengingat fokus negaranya pada pemulihan setelah bertahun-tahun perang.
"Tidak ada pihak yang siap terlibat dalam perang, dan kami tidak akan berpartisipasi di dalamnya, kecuali kami menjadi sasaran agresi dan kami tidak memiliki solusi diplomatik," ujar al-Sharaa dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh wadah pemikir (think tank) Chatham House di London.
Al-Sharaa menuturkan prioritas Pemerintah Suriah tetap menstabilkan perekonomian, membangun kembali infrastruktur, dan memfasilitasi pemulangan pengungsi.
"Kami telah cukup merasakan perang. Kami telah menanggung kerugian yang besar. Kami tidak siap menghadapi pengalaman perang lagi. Mereka yang pernah dilanda perang memahami betapa berharganya perdamaian," tutur al-Sharaa.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.