Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea sepakat menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat keamanan data, serta mengembangkan talenta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Kesepakatan itu tertuang dalam memorandum saling pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Kementerian Sains serta Teknologi Informasi dan Komunikasi Republik Korea yang ditandatangani di Seoul, Republik Korea, Rabu.

"Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital," kata Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital RI pada Rabu.

"Masyarakat akan merasakan koneksi internet yang lebih stabil untuk sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha," ia menambahkan.

Kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea mencakup peningkatan pengawasan ruang digital serta keamanan data guna melindungi masyarakat dari dampak kebocoran data dan penyalahgunaan informasi.

Kerja sama antara kedua negara juga mencakup pelaksanaan program peningkatan literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman dan produktif.

"Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasilnya. Internet harus lebih stabil untuk belajar dan bekerja. Data pribadi harus lebih aman. Layanan publik harus lebih mudah diakses," kata Meutya.

Baca juga: Indonesia dan Korea sepakat memperluas kemitraan komprehensif

Dalam kerangka kerja sama kedua negara, Meutya menyampaikan, pengembangan kecerdasan artifisial diarahkan untuk menjawab kebutuhan di sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.

"Teknologi harus membantu guru mengajar, membantu tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan membantu petani mengambil keputusan," katanya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan menjalankan program pelatihan, beasiswa, dan pertukaran tenaga ahli untuk meningkatkan jumlah talenta digital.

"Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi," katanya.

Baca juga: Kemkomdigi ingin lulusan AI Talent Factory berdaya saing global

Kerja sama antara Indonesia dan Korea juga mencakup pemanfaatan infrastruktur AI seperti sistem komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi.

Selain itu, kerja sama kedua negara diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha digital dan perusahaan rintisan.

Kerja sama yang direncanakan berlangsung lima tahun itu akan diterjemahkan ke dalam program lintas sektor dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital.

Guna memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal, kedua negara akan membentuk komite bersama yang bertugas memantau pelaksanaan program.

Baca juga: Indonesia dan India perkuat kerja sama di sektor digital

Baca juga: Kemkomdigi minta penjelasan Meta soal keamanan data pengguna IG

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.