Jakarta (ANTARA) - Petenis putri Indonesia Janice Tjen mengalihkan fokus sepenuhnya ke sektor tunggal Charleston Open usai kandas di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi.

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA.

Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka.

Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan.

Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Di sektor tunggal, Janice yang menempati unggulan ke-12 pada ajang tersebut mendapatkan bye pada babak pertama.

Janice, yang saat ini berada di peringkat 41 dunia, akan berhadapan dengan petenis tuan rumah McCartney Kessler pada babak kedua yang dijadwalkan pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB.

Kessler, yang berada di No.53 WTA, mengalahkan rekan senegaranya petenis Amerika Elvina Kalieva dengan 4-6, 6-3, 6-3 pada babak pertama WTA 500 Charleston.

Kessler mencatat tahun terobosan pada 2025 dengan memenangi WTA 250 Hobart dan WTA 250 Nottingham. Ia juga meraih gelar ganda WTA 1000 Montreal bersama Coco Gauff.

Janice saat ini sedang berusaha kembali ke performa terbaiknya setelah kandas pada babak pertama di tiga turnamen terakhirnya, yakni WTA 500 Merida, WTA 1000 Indian Wells, dan WTA 1000 Miami.

Baca juga: Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel terhenti di babak kedua Miami Open 2026

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.